Kediri
Launching SIMRS, Mas Dhito Minta Tenaga Kesehatan RSKK Tingkatkan Optimalisasi Layanan

Memontum Kediri – Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, meluncurkan sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS). Dalam kesempatan sama itu, pihaknya meminta agar terobosan tersebut diimbangi dengan SDM yang memadai dalam melayani masyarakat.
Orang nomor satu di Bumi Panjalu, ini menyebutkan dengan SIMRS pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kediri (RSKK), dapat dipercepat. Sehingga, pasien tidak perlu lagi berlama-lama di rumah sakit.
“Mayoritas keluhan di masyarakat adalah lamanya menunggu. Bagaimana mempersingkat durasi menunggu itu, salah satu terobosan yang dilakukan oleh RSKK, yakni dengan melaunching SIMRS,” kata bupati yang akrab disapa Mas Dhito, Rabu (17/05/2023) tadi.
Dengan adanya SIMRS, kata Mas Dhito, maka dapat menekan penggunaan kertas. Pasien atau calon pasien, hanya tinggal menggunakan SIMRS yang dapat memberikan informasi termasuk antrian, rekam medis dan resep obat.
Mas Dhito meminta, SIMRS ini dapat diimbangi dengan tenaga medis maupun dokter yang mumpuni. Menurutnya, peningkatan SDM medis di RSKK, harus dipantau langsung oleh Direktur RSKK, Gatut Rahardjo.
Baca Juga :
- Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia
- Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat
- Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan
- Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan
- Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil
“Saya minta kepada para tenaga kesehatan, kepada para dokter, untuk memahami bahwa kita bekerja. Bos kita di sini adalah rakyat. Jadi, utamakanlah rakyat,” pesan Mas Dhito kepada tenaga medis di rumah sakit yang berada di Kecamatan Pare.
Sementara itu, Direktur RSKK, Gatut Rahardjo, menjelaskan bahwa ada 10 alat SIMRS yang tersebar di RSKK. Lima diantaranya, bisa dioperasikan portable atau mobile. Hingga 16 Mei 2023 siang, SIMRS ini telah melayani kurang lebih 500 pasien
Dengan peralatan yang portable, lanjutnya, tenaga medis dapat menjemput bola pada pasien yang masih kesulitan dalam penggunaan SIMRS ini. Menurutnya, pendaftaraan bagi pasien baru hanya perlu menggunakan sidik jari yang kemudian bisa langsung dilayani pada poli maupun perawatan.
“Setelah periksa, untuk obat mau ditunggu boleh, maupun diantar ke rumah juga boleh. Jadi kita tidak perlu waktu yang lama di dalam rumah sakit,” papar Gatut.
Sebagaimana diketahui, SIMRS adalah sistem teknologi informasi, komunikasi, yang memproses dan mengintegrasikan seluruh alur proses pelayanan rumah sakit dalam bentuk jaringan koordinasi, pelaporan dan prosedur administrasi untuk memperoleh informasi secara tepat dan akurat. (kom/pan/sit)
















