Probolinggo
Jalan Desa Tertutup Pembangunan Tol, Ratusan Warga Blokir Jalan Pantura Tongas

Memontum Probolinggo—Mulai pagi sekitar pukul 07.00 wib, ratusan warga Desa Klampok, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, memblokir jalur Pantura hampir 1 jam. Massa menuntut jalan Desa yang tertutup akibat pembangunan jalan tol segera dibuka kembali.
Pembubaran massa berlangsung ricuh. Bahkan sejumlah ibu-ibu melakukan aksi telanjang dada, menolak dibubarkan. Akibat pemblokiran ini jalur Pantura Probolinggo-Pasuruan mengalami kemacetan panjang.
Suasana semakin panas saat mobil TNI Angkatan Laut melintas di tengah aksi demo. Melihat warga bertahan di tengah jalan, aparat TNI dan Polri secara tegas membubarkan massa, hingga akhirnya berhasil mengusir massa ke pinggir jalan.
Aksi ini dilakukan karena 4 jalan di Desa Klampok ditutup imbas dari pembangunan jalan tol Pasuruan-Probolinggo. Dengan ditutupnya jalan desa ini, warga yang ingin ke desa tetagga atau ke sawah harus memutar sejauh 1 kilometer.
Seperti yang di ungkapkan Susilowati warga Desa Klampok, sangat menyayangkan 4 jalan desa ditutup tanpa diberi akses pengganti.
“Jalan penghubung kena tutup jalur tol, dan tidak ada akses jalan, sehingga perputaran ekonomi warga Desa Klampok dan desa Tetangga Tersendat.” ujarnya di lokasi demo kepada memontum.com, Jumat (12/01/2018).
Sementara itu,menurut Agus Winarno, pejabat pembuat komitmen proyek jalan tol Paspro saat dikonfirmasi melalui selulernya oleh memontum.com, mengaku tidak bisa berkomentar banyak soal aksi massa ini.
Akibat aksi blokir ini, jalur Pantura Probolinggo Pasuruan mengalami kemacetan panjang hampir 2 jam. (Pix/yan)











