SEKITAR KITA

Banjir Rendam Ratusan Rumah Warga di Tujuh Wilayah dan Jalur Nasional di Trenggalek

Diterbitkan

-

BANJIR: Kondisi terkini banjir di Kelurahan Kelutan, yang merendam permukiman warga. (memontum.com/mil)

Memontum Trenggalek – Hujan deras yang mengguyur wilayah Trenggalek sejak Minggu (15/12/2024) sore, mengakibatkan banjir di tujuh desa dan kelurahan. Parahnya, tanggul Sungai Ngasinan turut jebol hingga menyebabkan 2 ribu jiwa warga Kelurahan Kelutan, Kecamatan Trenggalek, terdampak. Bahkan, banjir juga melumpuhkan berbagai fasilitas umum, baik fasilitas pendidikan, kesehatan hingga akses transportasi antar kabupaten.

“Banjir mulai terjadi pada Senin (16/12/2024) pukul 01.00. Air juga mulai masuk ke rumah-rumah warga dengan ketinggian mencapai 70 centimeter hingga 1,5 meter. Kondisi ini diperparah karena adanya tanggul Sungai Ngasinan jebol. Akibat banjir ini, sekitar 700 kepala keluarga atau sekitar 2.200 warga terdampak banjir,” kata Kepala BPBD Kabupaten Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, saat dikonfirmasi Senin (16/12/2024) tadi.

Seperti yang terlihat di lokasi, akibat banjir tersebut, untuk pelayanan publik menjadi terganggu. Diantaranya, seperti di Kelurahan Kelutan, Pustu (Puskesmas Pembantu) Sekolah Dasar (SD) dan pondok pesantren (Ponpes). Lumpuhnya beberapa fasilitas umum ini, dikarenakan genangan masih tersisa dan belum surut. Diketahui, ketinggian air saat ini masih sekitar lutut orang dewasa.

“Saat ini, BPBD Trenggalek bersama petugas gabungan juga terus melakukan monitoring dan penyaluran logistik warga terdampak banjir. Dinas sosial pun juga telah mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makanan warga terdampak,” tambahnya.

Advertisement

Luapan Sungai Ngasinan yang merendam Jalan Trenggalek- Tulungagung, tepatnya di Jalur Soekarno-Hatta, membuat petugas Polres Trenggalek melakukan rekayasa lalu lintas.

Baca juga :

Kasat Lantas Polres Trenggalek, AKP Agus Prayitno, menjelaskan bahwa jalur protokol tidak dapat dilalui untuk sementara waktu. Sebagai gantinya, pengendara dari arah Ponorogo menuju Tulungagung diarahkan melewati Simpang Tiga Nglongsor menuju Simpang Empat Karangan, lalu Simpang Tiga Jarakan dan belok kiri ke arah Tulungagung. Sebaliknya, jalur ini juga berlaku bagi kendaraan dari arah Tulungagung menuju Ponorogo.

“Pengendara juga dapat memanfaatkan rute jalur Ngampon-Bendorejo melalui Simpang Empat Bendorejo ke kanan menuju Simpang Empat Nirwana, Simpang Tiga Pos PM dan belok kanan menuju Ponorogo. Untuk kendaraan berat dari luar kota, kami imbau sementara waktu tidak melintas di Trenggalek,” jelasnya.

Selain di jalan raya, banjir juga merendam wilayah Kecamatan Pogalan, meliputi Desa Bendorejo, Pogalan dan Ngadirenggo. Luapan Sungai Ngasinan bahkan menggenangi area persawahan di Desa Salamrejo, Kecamatan Karangan. Sementara itu, Desa Dermosari di Kecamatan Tugu dilaporkan mengalami banjir serupa, disertai tanah longsor di KM 17 Jalan Nasional Trenggalek-Ponorogo.

Advertisement

Untuk menangani situasi ini, Polres Trenggalek menempatkan personel di sejumlah titik, termasuk Simpang Empat Bendorejo dan jalur Kelutan, guna mengatur lalu lintas dan memberikan imbauan kepada pengendara agar tetap waspada.

“Saat ini Satgas Bencana Polres Trenggalek sudah berada di lokasi untuk membantu evakuasi dan penanganan. Selain itu, puluhan personel Polwan juga diturunkan untuk mendukung dapur umum di Dinas Sosial dan menyalurkan bantuan bagi korban terdampak banjir,” tambahnya.

Upaya tanggap darurat ini, diharapkan dapat meminimalisasi dampak banjir serta memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak. (mil/gie)

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas