Kota Malang

Jelang Nataru, Satpol PP Kota Malang Pergoki Dua Unit Truk Luar Kota Bawa Anjal dan Gepeng

Diterbitkan

-

Kepala Satpol PP Kota Malang, Heru Mulyono. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Menjelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang berhasil mengamankan dua unit truk yang dimanfaatkan untuk mengangkut Anak Jalanan (Anjal), Gelandang dan Pengemis (Gepeng) dari luar Kota Malang. Hal itu, dikatakan oleh Kepala Satpol PP Kota Malang, Heru Mulyono, Senin (16/12/2024) tadi.

Pria yang kerap disapa Heru, itu menyampaikan bahwa upaya itu dilakukan untuk menjaga ketertiban dan keamanan Kota Malang. Kegiatan penertiban seperti itu, juga akan selalu dirutinkan pada tengah malam sebelum pukul 23.00 WIB.

“Setiap malam sebelum pukul 23.00, saya minta petugas untuk mobiling berkeliling. Sementara dua truk ini, diketahui masuk dari Pasuruan ke Kota Malang tengah malam di sekitar Jalan Semeru, dekat stadion pada Jumat (13/12/2024) kemarin. Truk itu, pun akhirnya kami suruh kembali setelah sebelumnya kami kejar. Jika tidak, maka kami akan laporkan ke polisi,” ujar Heru.

Ditegaskannya, bahwa mulai malam ini, pengawasan akan diperketat di pintu-pintu masuk Kota Malang, termasuk di sekitar Kali Mewek, Kelurahan Balearjosari, Kecamatan Blimbing. Truk yang mencurigakan, terutama yang tampak kosong di luar namun diduga membawa penumpang, akan diawasi ketat.

Advertisement

Baca juga :

“Tren ini meningkat setiap tahun, terutama menjelang momen besar seperti Nataru. Kami melakukan pencegatan beberapa kali. Mereka biasanya masuk saat akhir pekan,” katanya.

Kemudian, dikatakannya jika Kota Malang menjadi jujugan favorit Anjal dan Gepeng, itu karena memanfaatkan tingginya jiwa sosial masyarakat Kota Malang untuk mengais belas kasihan. “Ini karena banyak pendatang dan masyarakat yang mudah iba. Namun, banyak dari mereka yang sebenarnya memiliki kehidupan layak. Contohnya, ada pengemis yang rumahnya cukup bagus dan bahkan memiliki kebun jeruk,” tambahnya.

Tentunya keberadaan Anjal dan Gepeng dinilai merugikan citra Kota Malang. Selain mengganggu kenyamanan di jalanan, ada potensi kerawanan seperti pemaksaan terhadap pengendara. Dalam hal ini, Heru memastikan bahwa Satpol PP akan terus melakukan patroli rutin dan pengawasan intensif di titik-titik rawan, seperti perempatan jalan dan area pintu tol.

“Harusnya di perempatan tidak ada gangguan. Tapi ini merusak wajah kota. Selain itu, ada risiko kejahatan, seperti mobil diberet jika tidak diberi uang. Tapi kami akan terus melakukan patroli dan pengawasan intensif,” imbuh Heru. (rsy/sit)

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas