Kota Malang

Tahun 2025 Dinsos P3AP2KB Kota Malang Targetkan Puspaga Merata di Kelurahan

Diterbitkan

-

Kepala Dinsos P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito. (ist)

Memontum Kota Malang – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kota Malang, mengatakan bahwa keberadaan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) masih belum merata. Dari total 57 kelurahan di Kota Malang, Puspaga baru terbentuk di 10 kelurahan.

Kepala Dinsos P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito, menyampaikan bahwa kondisi disebabkan karena kurangnya sosialisasi. Direncanakan pada tahun 2025 akan lebih gencar untuk di sosialisakan karena itu merupakan salah satu program strategis.

“Puspaga itu sudah ada, tapi memang belum merata di semua kelurahan. Di tahun depan, kami akan lebih gencar mensosialisasikan Puspaga, karena ini merupakan program strategis dari Kementerian PPA,” kata Donny, Selasa (31/12/2024) tadi.

Ditambahkannya, bahwa Puspaga dirancang untuk mengoordinasikan berbagai program, seperti pembentukan posyandu dan PAUD, dengan melibatkan tokoh masyarakat di tingkat kelurahan. Selain itu, juga akan membantu mendeteksi dan menangani permasalahan keluarga lebih cepat.

Advertisement

Baca juga :

“Misalnya, kasus KDRT yang biasanya baru dilaporkan setelah 1-2 tahun, dapat segera ditindaklanjuti,” tambahnya.

Dalam program Puspaga itu sendiri, nantinya akan dibekali dengan pelatihan dan ilmu untuk menangani berbagai masalah keluarga, termasuk KDRT, bullying dan kekerasan dalam pacaran. Selain itu, Puspaga akan bekerja sama dengan pihak kelurahan, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas untuk melakukan asesmen dan memastikan perlindungan bagi petugas.

“Ada ancaman terhadap petugas saat menangani kasus, seperti yang terjadi di awal tahun di Kelurahan Jatimulyo. Pelaku mengancam petugas, sehingga korban kami tempatkan di save house dan berkoordinasi dengan Polresta untuk pengamanan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) juga menjasi bagian penting dari Puspaga, yang berfokus pada layanan konseling. “PATBM menjadi salah satu program yang harus ada di setiap Puspaga untuk memberikan pendampingan psikologis bagi korban,” ujarnya.

Advertisement

Dengan penguatan program Puspaga di seluruh kelurahan, Donny berharap dapat menekan angka KDRT dan meningkatkan kualitas kehidupan keluarga di Kota Malang. “Kami optimis, dengan dukungan semua pihak, program ini akan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” imbuh Donny. (rsy/sit)

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas