Kota Malang

Desainer Grafis Kota Malang Mendunia, Potensi Ekonomi Kreatif Kian Berkembang

Diterbitkan

-

MDW: Malang Design Wave (MDW), wadah kolaborasi bersama para pelaku industri desain grafis dan industri lain yang beririsan dengan desain secara umum yang digelar di Kota Malang November 2024 lalu. (ist)

Memontum Kota Malang – Kota Malang terus menunjukkan potensinya sebagai salah satu pusat industri kreatif di Indonesia. Salah satu sektor yang berkembang pesat adalah desain grafis, dengan prestasi yang semakin mendunia. Karya milik Ketua Asosiasi Designer Grafis Indonesia (ADGI) Chapter Malang, Dimas Fakhrudin, berhasil menembus lima besar nominasi sayembara logo Ibu Kota Nusantara (IKN) setelah bersaing dengan 500 karya lain dari seluruh Indonesia.

Menurut Dimas, ekosistem desain grafis di Kota Malang berkembang pesat seiring dengan meningkatnya kebutuhan industri terhadap layanan desain. “Peluangnya sangat besar karena desain selalu menjadi katalis bagi berbagai industri. Maka dari itu, bidang desain akan terus dibutuhkan, dan para pelakunya akan terus bertumbuh dan berkembang sesuai dengan kebutuhan pasar,” ujar Dimas, Kamis (30/01/2025) tadi.

Desainer grafis lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini menjelaskan bahwa komunitas desain grafis di Kota Malang terbagi dalam beberapa kategori. Mulai dari desainer freelance, in-house designer di studio atau perusahaan, hingga pemilik studio desain. Meski belum ada wadah tunggal yang menghubungkan seluruh desainer grafis di Kota Malang, namun semangat kolaborasi yang kuat terus mendorong lahirnya berbagai inisiatif kreatif.

“Banyak inisiasi lintas ekosistem yang muncul dengan melibatkan teman-teman desain grafis sebagai salah satu kolaboratornya. Sebut saja Pasar Santai, kemudian Grebek Studio oleh komunitas Malang Creative Author, Kumpul Obek oleh ADGI Malang, dan juga kolaborasi dengan pihak akademisi (universitas & SMK) yang selalu terjadi,” tuturnya.

Advertisement

Berbagai kolaborasi lintas ekosistem terus berkembang, melibatkan desainer grafis sebagai bagian dari inisiatif kreatif. Beberapa di antaranya adalah Pasar Santai, Grebek Studio oleh komunitas Malang Creative Author, Kumpul Obek oleh ADGI Malang, serta kerja sama dengan akademisi dari universitas dan SMK.

Baca juga :

Salah satu ajang kolaborasi terbesar yang digelar adalah Malang Design Wave (MDW) 2024, yang berlangsung pada November lalu. Acara ini menjadi wadah pertemuan bagi para desainer grafis dan pelaku industri lain seperti arsitektur, desain interior, UI/UX, startup, serta kuliner. Selama dua minggu penyelenggaraan, MDW menghadirkan 32 event, mulai dari pameran, diskusi desain, kunjungan studio, hingga konferensi.

“MDW 2024 menghadirkan 37 kolaborator dari berbagai studio dan komunitas kreatif. Setiap kolaborator menginisiasi berbagai acara, seperti exhibition, design talks, dan design book & market. Ini membuktikan bahwa Kota Malang memiliki ekosistem desain yang sangat dinamis,” katanya.

Advertisement

Tidak hanya berkembang di ranah komunitas dan industri, para desainer grafis di Kota Malang juga menjalin sinergi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dalam berbagai proyek. Beberapa di antaranya adalah perancangan maskot Kota Malang, identitas visual HUT Kota Malang, serta redesain kemasan UMKM melalui Festival Mbois. Dimas menilai bahwa Pemkot Malang memiliki komitmen besar dalam mendukung perkembangan desain grafis.

“Kolaborasi yang telah terjalin dengan ADGI Chapter Malang menjadi bukti bahwa pemerintah mendukung perkembangan industri desain. Harapannya, dunia desain bisa semakin dikenal luas dan memberikan dampak lebih besar bagi masyarakat,” tambahnya.

Senada dengan itu, Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan, menegaskan bahwa Kota Malang telah menjadi salah satu pusat ekonomi kreatif nasional. “Malang Creative Center (MCC) adalah salah satu bentuk komitmen Pemkot Malang dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif. Ini juga menjadi perhatian utama dalam pemerintahan Presiden Prabowo,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Iwan menyebut bahwa Kota Malang memiliki keunggulan khusus dalam berbagai subsektor industri kreatif, termasuk desain grafis, animasi, game dan pengembangan kecerdasan buatan (AI). “Kami sangat mengapresiasi inisiatif kreatif yang dipelopori oleh ADGI Chapter Malang. Ini menjadi bukti bahwa Kota Malang mampu bersaing dan berkontribusi dalam ekonomi kreatif nasional,” imbuh Iwan. (rsy/sit)

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas