Kota Malang

Minim Inovasi dan Dukungan, Kunjungan Kampung Tematik di Kota Malang Alami Penurunan

Diterbitkan

-

TEMATIK: Kondisi salah satu kampung tematik di Kota Malang. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Sejumlah kampung tematik di Kota Malang mengalami penurunan angka jumlah kunjungan. Beberapa kampung tersebut, diantaranya Kampung Keramat Kasin, Kampung Lampion, Kampung Wisata Aeng, Kampung Edukasi Karangbesuki dan Kampung Rolak.

Ketua Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (Forkom Pokdarwis) Kota Malang, Isa Wahyudi, menyampaikan bahwa salah satu faktor utama yang menyebabkan kondisi penurunan tersebut dikarenakan minimnya penyelenggaraan event akibat keterbatasan pendanaan. Selain itu, perbaikan sarana prasarana juga dilakukan secara mandiri, sementara campur tangan dari dinas terkait semakin berkurang.

“Sarana-prasarana kami sudah banyak yang rusak dan sejak awal dibangun secara swadaya masyarakat. Jika dilihat secara kasat mata, kondisinya memang sudah kurang menarik,” kata Isa Wahyudi, Sabtu (22/02/2025) tadi.

Ditambahkannya, bahwa kejenuhan dalam pengelolaan kampung tematik turut menjadi faktor penurunan daya tarik wisata. Selain itu, rencana pengecatan ulang Kampung Tridi dan Kampung Warna Warni pada 2025, hanya akan terlaksana melalui bantuan Corporate Social Responsibility (CSR), sementara pemerintah hanya sebagai perantara.

Advertisement

Baca juga :

“Beberapa kampung tematik, seperti Kampung Terapi Hijau, Kampung Wisata Panawijen, Kampung Topeng, serta Kampung Satrio Turunggo Jati masih terawat, namun tetap mengalami penurunan kunjungan dan hanya mengandalkan event sebagai daya tarik,” ujarnya.

Di tengah situasi seperti ini, beberapa kampung tetap berupaya bertahan secara mandiri, salah satunya Kampung Bambu Mewek. Kampung tersebut menggelar pagelaran jaranan bantengan setiap Sabtu dan Minggu dengan tarif masuk Rp 2 ribu hingga Rp 3 ribu untuk kebersihan. Inisiatif tersebut berhasil menarik sekitar 500 penonton dalam setiap penyelenggaraan event.

“Sampai dengan saat ini pun kami belum diajak berkoordinasi dengan dinas terkait mengenai solusi untuk kampung tematik. Kami hanya diundang dalam pelatihan-pelatihan, misalnya tentang pemandu wisata, tetapi tidak ada pembahasan serius mengenai permasalahan kampung tematik,” tuturnya.

Menurutnya, kecenderungan dinas terkait saat ini lebih fokus pada acara promosi pariwisata secara umum, tanpa melibatkan atau mengadakan kegiatan langsung di kampung-kampung tematik. Hal ini pun dinilai semakin mengurangi daya tarik kampung tematik sebagai destinasi wisata unggulan Kota Malang. (rsy/sit)

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas