Pemerintahan
Dikunjungi Mensos RI dan Wali Kota Malang, Bupati Probolinggo Matangkan Program Sekolah Rakyat

Memontum Probolinggo – Bupati Probolinggo, Mohammad Haris, menerima kunjungan silaturahim dari Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia, H Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, di kediaman pribadinya di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Kecamatan Pajarakan, Kamis (03/04/2025) tadi. Turut menerima kunjungan itu, sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo dan Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, KH Moh Hasan Mutawakkil Alallah yang juga Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur.
Kegiatan yang menjadi ajang silaturahim itu, juga membahas sejumlah program dari Kementerian Sosial RI, yang memiliki dampak positif bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo.
Salah satu topik utama yang dibahas, adalah Program Sekolah Rakyat (SR) yang akan segera digulirkan dibeberapa daerah, termasuk Kabupaten Probolinggo sebagai proyek percontohan.
Program ini, merupakan inisiatif Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk membantu keluarga miskin dan mendorong kemajuan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Menteri Sosial (Mensos) RI, H Saifullah Yusuf, menyampaikan bahwa SR akan menyediakan fasilitas pendidikan mulai dari SD hingga SMA, dengan kapasitas yang diharapkan mencapai 1.000 murid di setiap jenjang pendidikan. “Sekolah ini akan difokuskan pada anak-anak yang putus sekolah atau tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Dengan adanya program ini, diharapkan keluarga miskin dapat bangkit dan meraih kesejahteraan,” katanya.
Menurut Gus Ipul-sapaan akrab Mensos, salah satu tujuan dari program ini adalah memuliakan keluarga miskin dan mendukung mereka menuju kesejahteraan. Dengan pendidikan yang lebih baik, mereka diharapkan dapat berkontribusi pada kemajuan Indonesia.
“Program Sekolah Rakyat ini akan dijalankan di seluruh Indonesia, dengan target satu kabupaten atau kota memiliki setidaknya satu sekolah rakyat. Dalam rangka merealisasikan program ini, Kementerian Sosial mengharapkan dukungan penuh dari para kepala daerah, termasuk Bupati Probolinggo,” tegasnya.
Baca juga :
Gus Ipul menegaskan, Kabupaten Probolinggo sendiri termasuk dalam salah satu daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Jawa Timur. Namun, dengan adanya Program Sekolah Rakyat dan pembangunan infrastruktur seperti jalan tol, diharapkan perekonomian lokal bisa berkembang dan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat secara signifikan.
“Kami memberikan apresiasi terhadap langkah cepat yang dilakukan oleh Pemkab Probolinggo dalam mempersiapkan konsep Sekolah Rakyat. Kami berharap Kabupaten Probolinggo dapat menjadi contoh dalam implementasi Program Sekolah Rakyat,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Probolinggo mengatakan bahwa Program Sekolah Rakyat ini merupakan konsep dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, yang menjadi program prioritas dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI. “Program ini memang harus terbreakdown dan terkonsep dengan baik. Alhamdulillah, hari ini Gus Mensos yang sudah seperti keluarga ini hadir dan berdiskusi tentang program Kementerian Sosial terutama Sekolah Rakyat,” katanya.
Bupati Haris menerangkan, bahwa Kabupaten Probolinggo siap menjadi salah satu daerah prioritas untuk proyek Program Sekolah Rakyat. “Kami telah menyiapkan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat dan segera melanjutkan persiapan lainnya. Tinggal kita menunggu konsep lebih jauh tentang rekrutmen dan lain-lain. Prinsip kita siapkan semuanya,” jelasnya.
Menurut Bupati Haris, Kabupaten Probolinggo sudah siap untuk menyiapkan tim yang terdiri dari beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk menyiapkan konsep Sekolah Rakyat. Memang targetnya dipertengahan tahun ini sudah harus running. “Kita mempersiapkan segala kemungkinan dan Kabupaten Probolinggo harus siap,” tegas Gus Haris-sapaan Bupati Probolinggo.
Bupati Haris menegaskan, bahwa Kabupaten Probolinggo menjadi salah satu daerah termiskin di Jawa Timur. Hal ini menjadi salah satu atensi dari Mensos RI dan akan mendapatkan penanganan khusus.
“Kami berharap Kabupaten Probolinggo dapat keluar dari data kemiskinan dan mencapai kesejahteraan yang lebih baik bagi warga Kabupaten Probolinggo,” imbuhnya. (kom/pro/gie)










