Kota Malang
Perkuat Kolaborasi Lintas Pimpinan, Wali Kota Wahyu Silaturahmi ke Rumah Mantan Wali Kota Sutiaji

Memontum Kota Malang – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Erik Setyo Santoso dan Kepala Perangkat Daerah Kota Malang, melakukan kunjungan silaturahmi ke rumah Wali Kota Malang periode 2018 – 2023, Sutiaji, Jumat (11/04/2025) tadi. Kunjungan yang dilakukan ini, merupakan rangkaian silaturahmi dalam momen Hari Raya Idul Fitri sekaligus Hari Jadi ke 111 Kota Malang.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa kunjungan ke para mantan pemimpin daerah itu penting dilakukan, sebagai bentuk penghargaan atas jasa-jasanya. Sekaligus, tentunya untuk mempererat kolaborasi lintas periode kepemimpinan Wali kota.
“Hari ini, hari ketiga kami melakukan silaturahmi. Saya yakin dengan beliau, karena pernah memimpin Kota Malang dan ada banyak hal yang harus kita diskusikan serta kolaborasikan,” kata Wali Kota Wahyu.
Baca juga :
Sementara itu, Wali Kota Malang periode 2018-2023, Sutiaji, menyambut baik kehadiran jajaran Pemkot Malang. Dirinya menegaskan pentingnya menjaga kesinambungan antar periode pemerintahan, sebab menurutnya keberhasilan hari ini tak lepas dari fondasi yang telah dibangun oleh pemimpin sebelumnya.
“Kuncinya adalah menghormati dan menghargai. Siapapun kepala daerah lama, sangat berjasa. Waktu saya memimpin seandainya bagus, karena ada Abah Anton. Abah Anton bagus, karena Pak Peni, Pak Peni bagus karena Pak Suyitno dan seterusnya,” kata Sutiaji.
Lebih lanjut dirinya juga memberikan pesan kepada jajaran OPD, untuk menjaga loyalitas dan kekompakan serta tidak memunculkan sekat antara kepemimpinan lama dan baru. Menurutnya, ASN harus tetap netral dan profesional tanpa membawa kepentingan masa lalu.
“Kepada Pak Wahyu, saya tidak pesan secara khusus, karena saya tidak menggurui. Saya hanya pesan kepada perangkat daerah yang pernah menjadi anak buah saya, beri informasi yang seobyektif mungkin, jangan sampai mengada-ada dan supaya menjaga kekompakan,” terang Sutiaji. (pro/rsy/sit)
















