Lumajang

Bunda Indah Tegaskan Komitmen Nilai Kebhinekaan dan Toleransi Umat Beragama di Lumajang

Diterbitkan

-

AUDIENSI: Bupati Lumajang seusai pelaksanaan audiensi bersama Badan Kerja Sama Antar Gereja. (pemkab for memontum)

Memontum Lumajang – Pemerintah Kabupaten Lumajang kembali menegaskan komitmennya untuk merawat nilai-nilai kebhinekaan dan toleransi antar umat beragama. Hal tersebut disampaikan Bupati Lumajang, Indah Amperawati, saat menerima audiensi Badan Kerja Sama Antar Gereja (BKSAG) Kabupaten Lumajang di Ruang Mahameru, Senin (05/05/2025) tadi.

Dalam audiensi yang turut dihadiri Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma dan Kabag Kesra, bupati menyampaikan bahwa seluruh masyarakat Lumajang tanpa memandang agama, suku dan latar belakang, berhak atas pelayanan yang adil dan setara dari pemerintah daerah. “Kami memastikan, tidak ada ruang bagi diskriminasi dalam pemerintahan ini. Pemerintah hadir untuk semua. Karena dari perbedaan itulah tumbuh kekuatan dan kedewasaan masyarakat kita,” katanya.

Bunda Indah juga mengajak seluruh pemuka agama, termasuk yang tergabung dalam BKSAG, untuk terus menjadi mitra pemerintah dalam menjaga keharmonisan sosial. Dirinya mengingatkan bahwa tantangan era digital saat ini, seperti penyebaran hoaks dan provokasi berbasis identitas, harus dihadapi dengan sikap saling percaya dan keterbukaan antar umat beragama. “Mari kita jaga suasana damai di Lumajang. Jangan sampai, ada lagi isu perpecahan. Semua pihak harus turut serta menjaga persatuan dan saling menghargai,” tambahnya.

Baca juga :

Advertisement

Sementara itu, Ketua BKSAG Kabupaten Lumajang, Pdt Isaac Soetanto Latief, menyambut baik ruang dialog yang dibuka pemerintah daerah. Dirinya menekankan, bahwa menjaga perdamaian bukan hanya tugas kepala daerah, tetapi merupakan tanggung jawab kolektif seluruh masyarakat.

“BKSAG hadir bukan hanya untuk memperkuat solidaritas antar gereja, tetapi juga untuk menjalin sinergi lintas agama demi kemajuan bersama. Kami ingin terus berperan aktif dalam menyelesaikan persoalan sosial dan siap mendukung pemerintah dalam program pembangunan, termasuk di bidang pendidikan,” ujarnya.

Melalui audiensi ini, terbangun harapan bersama bahwa nilai toleransi tidak sekadar menjadi semboyan, tetapi menjadi budaya hidup yang nyata di tengah masyarakat Lumajang. Pemerintah dan masyarakat diharapkan terus memperkuat dialog lintas iman sebagai fondasi penting dalam mewujudkan Lumajang yang damai, inklusif dan berkeadilan. (kom/adi/gie)

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas