Kabar Desa

Songsong Tahun Baru Islam, Pemkab Lumajang bersama Warga Gelar Lailatul Ijtima’

Diterbitkan

-

ISLAM: Gelaran Lailatul Ijtima' yang berlangsung di Pendopo Arya Wiraraja. (pemkab for memontum)

Memontum Lumajang – Menyongsong Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama warga Kelurahan Ditotrunan menggelar Lailatul Ijtima’, sebagai ruang reflektif dan spiritual dalam memperkuat ikatan keimanan dan kebersamaan sosial, di Pendopo Arya Wiraraja, Sabtu (21/06/2025) malam.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, yang hadir langsung dalam acara tersebut, menegaskan bahwa kegiatan keagamaan semacam ini bukan sekadar seremonial, melainkan wahana untuk merawat nilai-nilai ukhuwah islamiyah dan memperkuat fondasi ketahanan sosial di tengah masyarakat. “Lailatul Ijtima’ ini bukan hanya wadah silaturahmi, tetapi juga forum untuk memperkuat keimanan, ketakwaan, dan kesadaran kolektif kita dalam menjaga harmoni sosial,” kata Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, saat memberikan sambutan.

Dirinya juga mengapresiasi, tingginya partisipasi warga dan panitia, serta menyerukan kolaborasi yang lebih erat antara masyarakat dan pemerintah dalam menyukseskan program prioritas di bidang pendidikan, kesehatan dan penguatan ekonomi rakyat. Bunda Indah juga menekankan, pentingnya menjaga stabilitas sosial dan keamanan lingkungan, terlebih menjelang tahun politik.

Baca juga :

Advertisement

“Persaudaraan dan kerukunan adalah kunci utama dalam membangun daerah yang kuat dan berkarakter,” tegasnya.

Pemkab Lumajang, menurutnya, terus berkomitmen mengarusutamakan nilai-nilai religius dalam pembangunan daerah. Kegiatan-kegiatan keagamaan dan sosial seperti Lailatul Ijtima’ akan senantiasa mendapat dukungan sebagai bagian dari upaya menanamkan identitas masyarakat Lumajang yang religius dan berdaya.

“Mari kita sambut tahun baru Hijriah dengan semangat perubahan yang positif, memperkuat nilai spiritual sekaligus mendukung pembangunan Lumajang yang lebih maju, sejahtera, dan bermartabat,” terangnya.

Acara sendiri berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan, serta dihadiri oleh tokoh agama, tokoh masyarakat dan ratusan warga Ditotrunan. Antusiasme tersebut, mencerminkan semangat kolektif warga dalam menjaga tradisi dan nilai-nilai Islam yang menjadi pilar penting kehidupan bermasyarakat. (kom/adi/sit)

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas