Jember
Isi Kekosongan, Bupati Fawait Tunjuk Zainollah Jadi Plt Ketua PMI Jember

Memontum Jember – Bupati Jember, Muhammad Fawaid, melakukan gerak cepat menangani kekosongan Ketua PMI Cabang Jember. Untuk mengisi kekosongan jabatan itu, Bupati Fawait menunjuk Zainollah, yang sebelumnya sekretaris PMI sebagai pelaksana tugas (Plt).
Bupati Fawait menegaskan, bahwa PMI memiliki peran strategis di sektor kesehatan. Keberadaannya menjadi penopang penting pelayanan masyarakat, terlebih RSUD Subandi yang ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan untuk tujuh daerah sekitar.
“Tentu keberadaan PMI sangat vital untuk mendukung pelayanan kesehatan, baik di Jember maupun kabupaten kota lain,” kata Bupati Fawait, saat menyerahkan surat penunjukan Plt Ketua PMI Jember, Senin (25/08/2025) tadi.
Sebagai informasi, Ketua PMI Jember, Mohammad Thamrin, telah resmi mengundurkan diri dari jabatannya sejak 21 Agustus 2025 lalu. Kabar mundurnya Thamrin, diterima Gus Fawait selaku kepala daerah melalui surat resmi dari PMI Jawa Timur. Hal itu, pun langsung ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama pengurus provinsi.
Menurut mantan anggota DPRD Jawa Timur itu, setelah melalui diskusi dengan PMI Jawa Timur, menghasilkan kesepakatan agar Zainollah ditugaskan sebagai Plt Ketua PMI. Dirinya diminta melanjutkan kepemimpinan hingga terbentuk pengurus definitif.
Baca juga :
“SK Plt ini berlaku maksimal satu bulan. Mudah-mudahan sebelum itu, kepengurusan definitif sudah terbentuk,” ujar Bupati Fawait.
Bupati juga menegaskan, Pemkab Jember mendukung penuh proses transisi kepengurusan PMI. Pemerintah juga siap bersinergi terutama dalam program kesehatan dan penanganan kebencanaan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan agar layanan PMI segera berjalan normal, termasuk soal Unit Donor Darah yang sedang diproses perizinannya,” imbuh Bupati Fawait.
Sementara itu, Zainollah menyatakan siap mengemban amanah sebagai Plt Ketua PMI Jember. Dirinya berkomitmen melakukan terobosan untuk memperkuat pelayanan kemanusiaan. “Program awal saya adalah menggalakkan donor darah, termasuk bekerja sama dengan pesantren, organisasi masyarakat, hingga komunitas,” ucap Zainollah.
Dirinya menyebut, kolaborasi dengan berbagai elemen penting untuk memastikan ketersediaan darah. Bahkan, PMI Jember ditargetkan mampu membantu kabupaten lain ketika terjadi bencana. “Doakan saja agar semua berjalan lancar. Kami akan berusaha maksimal agar stok darah aman, pelayanan meningkat dan PMI Jember semakin bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya. (kom/rio/gie)














