Kota Malang
Ratusan Driver Ojol Kota Malang Gelar Aksi Solidaritas untuk Affan Kurniawan di Alun-Alun Merdeka

Memontum Kota Malang – Ratusan pengemudi ojek online (Ojol) di Kota Malang menggelar aksi solidaritas atas meninggalnya Affan Kurniawan, driver Ojol yang terlindas kendaraan taktis Brimob, pada Kamis (28/08/2025) kemarin, di Jakarta. Aksi solidaritas ini, digelar di Alun-Alun Merdeka, Kota Malang, Jumat (29/08/2025) sejak sore hingga petang.
Dalam aksi itu, para driver melakukan long march dari Kawasan Kayutangan menuju Alun-Alun Merdeka Kota Malang, dengan membagikan bunga hingga menyalakan lilin sebagai bentuk solidaritas pada korban. “Kebetulan hari ini saya dan teman-teman tidak ada koordinasi. Ini mendadak tadi pagi, kami juga bagi-bagi bunga. Solidaritas ini murni dari hati nurani teman-teman saja,” kata salah satu driver ojek online yang mengikuti aksi, Yuliati (47).
Menurutnya, peristiwa tragis yang menimpa Affan, menjadi momentum bagi para driver untuk bersuara. “Sepertinya kejadian seperti ini harus ada korban dulu baru masyarakat speak up. Saya berharap ada keadilan, jangan sampai ada tumbal lagi. Aparat hukum harus bertindak adil,” tegasnya.
Baca juga :
Dalam aksi solidaritas tersebut, massa juga membacakan lima tuntutan, pertama mengusut tuntas insiden yang menimpa Affan Kurniawan serta memastikan proses hukum berjalan transparan, independen dan akuntabel. Kedua, menuntut pertanggungjawaban penuh dari kepolisian, khususnya Brimob, atas kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa warga sipil. Ketiga, menjamin perlindungan dan keadilan hukum bagi keluarga korban, termasuk santunan dan kompensasi yang layak. Keempat, menghentikan tindakan represif aparat dalam setiap aksi penyampaian pendapat di muka umum dan kelima, mendesak evaluasi menyeluruh terhadap kinerja aparat agar tidak lagi menggunakan cara-cara brutal dalam menghadapi warga sipil.
“Saya lebih memilih berkumpul di Alun-Alun Merdeka, karena dianggap lebih kondusif. Tapi teman-teman ada yang melakukan aksi di Balai Kota dan Simpang Balapan. Kami datang tanpa janji, ketemu begitu saja di sini,” tuturnya.
Yuliati juga berharap, agar aparat penegak hukum bertanggung jawab secara adil, tidak tebang pilih dan tidak mengulang tragedi serupa. “Jangan sampai kasus ini hanya jadi angin lalu seperti di Kanjuruhan. Harus ada tanggung jawab nyata dari institusi,” imbuh Yuliati. (rsy/sit)












