Berita Nasional

Abraham Samad Desak Kapolri Mundur Usai Aksi Kericuhan Sebabkan Ojol di Jakarta Meninggal

Diterbitkan

-

Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2011–2015, Abraham Samad. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Meninggalnya pengemudi ojek online (Ojol), Affan Kurniawan (21), dalam kericuhan aksi unjuk rasa di Jakarta, menuai banyak sorotan. Salah satunya, dari Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2011–2015, Abraham Samad.

Menurutnya, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) dinilai tidak hanya layak dicopot oleh Presiden RI, Prabowo Subianto. Namun, sebaiknya mengundurkan diri secara sukarela.

“Kalau di Jepang, pejabat bersalah itu mengundurkan diri. Jadi Kapolri mestinya punya sikap kesatria untuk mundur setelah ada korban jiwa dalam pengamanan demo,” kata Abraham, saat ditemui di Universitas Widyagama Malang, Sabtu (30/08/2025) tadi.

Baca juga :

Advertisement

Abraham menegaskan, tewasnya pengemudi ojol tersebut, menunjukkan masih adanya pendekatan represif aparat kepolisian. “Di demo kemarin sampai ada kendaraan semi baja yang diturunkan. Itu menandakan pola represif masih terus digunakan. Saya tegas menyatakan ini bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi pelanggaran HAM, karena nyawa orang jadi korban,” ucapnya.

Lebih lanjut Abraham meminta, agar Presiden Prabowo Subianto menunjukkan ketegasan dengan mencopot Kapolri sebagai pimpinan tertinggi Polri. Menurutnya, langkah itu akan memberi sinyal positif bahwa pemerintah tidak menoleransi pelanggaran yang memakan korban jiwa.

Sementara itu, Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri telah memeriksa aparat yang terlibat dalam insiden. Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Abdul Karim, menyebut tujuh anggota Brimob yang berada di dalam kendaraan taktis (rantis) saat kejadian sudah ditangkap dan ditempatkan di tempat khusus (patsus) hingga proses etik selesai. (rsy/sit)

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas