Kota Malang
Petakan Daerah Rawan Kebakaran, Pemkot Malang Fokus pada Kawasan Kos-kosan

Memontum Kota Malang – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang terus memperkuat upaya pencegahan kebakaran di wilayah Kota Malang. Salah satunya, dengan menyusun peta kerawanan kebakaran dan gangguan ancaman terhadap manusia setiap tahun.
Kasatpol PP Kota Malang, Heru Mulyono, menyampaikan bahwa pihaknya telah memiliki peta kerawanan berbasis kecamatan. Namun, tahun depan, peta tersebut akan diperluas hingga tingkat kelurahan agar upaya penanganan bisa lebih tepat sasaran.
“Kami setiap tahun menyusun peta kerawanan kebakaran dan gangguan terhadap manusia. Saat ini masih berbasis kecamatan, insyaallah tahun depan sudah sampai kelurahan. Harapannya, peran masyarakat dalam penanggulangan bisa lebih maksimal,” ujar Heru, Kamis (13/11/2025) tadi.
Dikatakannya, bahwa di wilayah Kecamatan Lowokwaru, khususnya kawasan kos-kosan, menjadi daerah yang paling rawan kebakaran. Penyebab utamanya pun bukan karena tabung gas, melainkan korsleting listrik akibat penggunaan alat elektronik berdaya tinggi tanpa didukung instalasi listrik yang memadai.
“Kebakaran karena korsleting listrik jauh lebih sering terjadi. Banyak yang beli alat elektronik murah tapi voltasenya tinggi, sementara kabel-kabelnya tidak siap,” tambahnya.
Baca juga :
Ke depan, Satpol PP juga akan memperkuat Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Non Kebakaran. Nantinya, pengaturan terhadap bangunan seperti kos-kosan juga akan diperkuat.
“Jadi nanti, jika masyarakat ingin menaikkan daya listrik, maka wajib mengganti instalasinya,” tegasnya.
Selain pemetaan, Satpol PP juga rutin memberikan pelatihan kepada masyarakat. Pelatihan tersebut, mencakup penggunaan Alat Pemadam Api Tradisional (APAT) hingga Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
“Kami melatih masyarakat menggunakan APAR dan APAT. Kalau dulu pakai karung goni, sekarang bisa pakai handuk atau selimut basah. Kami juga berencana menempatkan APAR di setiap poskamling, supaya saat kebakaran terjadi, masyarakat bisa bertindak cepat sebelum armada datang,” imbuh Heru. (rsy/sit)











