Kota Malang

Komisi D DPRD Kota Malang Desak Pemkot Perkuat Upaya Cegah Bullying

Diterbitkan

-

Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Ginanjar. (ist)

Memontum Kota Malang – Kasus bullying yang terjadi di Kecamatan Sukun, Kota Malang, mendapat perhatian serius dari DPRD Kota Malang. Anggota Komisi D, Ginanjar Yoni Wardoyo, menilai bahwa dalam hal ini Pemerintah Kota (Pemkot) Malang harus lebih bekerja keras (effort) dan menghadirkan strategi yang lebih kreatif untuk meminimalisir terjadinya kasus serupa.

Pria yang akrab disapa Ginanjar, itu menegaskan bahwa sebagai Kota Pendidikan sekaligus kota yang berkomitmen menjadi Kota Layak Anak, seharusnya kasus perundungan maupun pelecehan seksual tidak lagi berulang terjadi. “Malang ini Kota Pendidikan dan seharusnya juga kota ramah anak. Jadi tidak boleh sebenarnya ada kejadian-kejadian seperti itu berulang. Baik pelecehan seksual, perundungan dan sebagainya,” ujar Ginanjar, Rabu (19/11/2025) tadi.

Menurutnya, seluruh dinas terkait harus memiliki formula yang jelas dan efektif untuk mewujudkan Kota Malang yang benar-benar ramah anak. Namun, upaya tersebut menurutnya juga tidak boleh berhenti pada lingkup pendidikan saja.

Baca juga :

Advertisement

“Semua masyarakat harus melindungi. Anak-anak ini bagian dari masyarakat. Kita harus mendidik mereka agar lingkungan menjadi pelopor dan pelapor. Keberanian anak menjadi pelopor anti perundungan dan melaporkan jika ada sesuatu itu penting, termasuk keberanian masyarakat,” jelasnya.

Dalam hal ini, Ginanjar juga menilai bahwa Pemkot Malang perlu memperluas jangkauan edukasi tentang anti-bullying. Menurutnya, itu tidak hanya menyasar pada pembuat kebijakan atau institusi pendidikan.

“Harus ada edukasi kepada sesama masyarakat. Jangan sampai edukasi berhenti pada level pengambil keputusan saja. Kampanye anti perundungan harus semua elemen bergerak, seperti halnya kampanye KB atau wajib belajar,” tuturnya.

Lebih lanjut Ginanjar juga menekankan, pentingnya formula yang kreatif, cerdas dan tepat sasaran, khususnya dari Dinsos P3AP2KB sebagai leading sector dalam perlindungan anak. “Kalau seperti ini, harus dipikirkan cara yang kreatif dan cerdas. Dinsos P3AP2KB harus punya formulanya,” imbuhnya. (rsy/sit)

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas