Kota Malang

Bulog Kota Malang Pastikan Ketersediaan Beras Aman hingga Lebaran

Diterbitkan

-

BERAS: Tumpukan cadangan beras untuk enam bulan ke depan yang berada di Gudang Bulog Gadang, Kota Malang. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Perum Bulog Sub Divre Malang memastikan ketersediaan beras di wilayah Kota dan Kabupaten Malang, dalam kondisi aman dan mencukupi untuk kebutuhan lebih dari enam bulan ke depan atau hingga setelah Lebaran. Hal itu, disampaikan Kepala Bulog Sub Divre Malang, Muhammad Nurjuliansyah Rachman.

Pria yang akrab disapa Hanung, itu mengatakan bahwa total stok beras Bulog di Kota Malang mencapai 12.592 ton. Dari jumlah tersebut, sekitar 2.762 ton tersimpan di gudang Bulog Kota Malang. Seluruh stok beras tersebut tentunya merupakan hasil penyerapan petani dalam negeri tanpa adanya beras impor.

“Kalau dilihat dari jumlahnya, stok ini aman untuk lebih dari enam bulan. Dalam kondisi normal Bulog mampu menyalurkan 70 hingga 100 ton per hari untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Malang Raya,” ujar Hanung, Kamis (18/12/2025) tadi.

Sementara itu, untuk di wilayah Kabupaten Malang, Bulog menyimpan stok yang lebih besar, yakni sekitar 16.000 ton. Hal tersebut, seiring dengan kapasitas gudang di wilayah kabupaten yang lebih luas.

Advertisement

“Gudang di kabupaten memang kapasitasnya lebih besar, sehingga stoknya juga lebih banyak,” katanya.

Baca juga :

Ditambahkannya, bahwa untuk saat ini Bulog Sub Divre Malang sudah tidak lagi menyimpan beras impor. Seluruh beras yang tersedia merupakan hasil serapan Gabah Kering Panen (GKP) dari petani lokal yang diolah bekerja sama dengan penggilingan padi setempat.

“Semua berasnya murni dalam negeri. Tidak ada lagi beras impor, baik di kota maupun kabupaten,” tegasnya.

Adapun kualitas beras yang disimpan di Gudang Bulog, merupakan beras medium Cadangan Beras Pemerintah (CBP), dengan kadar beras patah (broken) maksimal 25 persen dan minimal 2 persen. “Beras CBP ini disalurkan untuk beras bantuan pangan, SPHP dan program-program pemerintah lainnya. Nanti berdasarkan penugasan saja dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) kalau untuk Bulog,” tambahnya.

Advertisement

Untuk beras SPHP, Bulog memastikan ketersediaannya telah menjangkau berbagai ritel modern. Tentunya dengan harga yang dijualkan Rp 11.000 per kilogram atau Rp 55.000 per 5 kilogram.

“Tetapi kalau dipasarkan di ritel dengan harga maksimal sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 12.500 per kilogram. Sedangkan HET beras medium non-SPHP itu Rp13.500 per kilogram,” imbuhnya. (rsy/sit)

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas