Kota Malang
Wifi Gratis Ruang Publik Kota Malang Tak Bertambah, Anggaran Jadi Kendala

Memontum Kota Malang – Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) mengatakan belum ada penambahan Wifi gratis di ruang publik di sepanjang tahun 2026. Itu karena, keterbatasan anggaran yang menjadi alasan utama, meski kebutuhan akses internet di ruang terbuka terus meningkat.
Kepala Diskominfo Kota Malang, Muhammad Nur Widianto, mengatakan bahwa keinginan menghadirkan Wifi gratis di Alun-Alun Merdeka maupun ruang publik, sebenarnya ada. Namun, dalam realisasinya harus menyesuaikan kemampuan fiskal daerah.
“Kalau inginnya, tentu perlu ada. Tetapi, semuanya harus memperhatikan ketersediaan anggaran. Untuk penambahan berdasarkan yang ada saat ini, di tahun 2026 belum ada,” kata Wiwid-sapaannya, Jumat (20/02/2026) tadi.
Wiwid menambahkan, fasilitas Wifi publik saat ini hanya tersedia di sejumlah taman kota di Kota Malang. Itu pun, dengan kapasitas terbatas, sehingga belum mampu melayani banyak pengguna sekaligus.
Baca juga :
“Skalanya terbatas. Taman-taman kota memang kita intervensi, tapi kapasitasnya tidak besar,” katanya.
Selain belum ada penambahan titik, peningkatan kecepatan jaringan (bandwidth) juga belum masuk agenda tahun ini. Diskominfo menyebut, kemungkinan pengembangan baru akan dipertimbangkan pada tahun depan, 2027.
Sebab, saat ini Pemkot Malang lebih memprioritaskan revitalisasi alun-alun sebagai ruang publik berbasis sejarah dengan konsep Menolak Lupa. Kawasan tersebut dirancang terintegrasi dengan Kayutangan Heritage dan penataan koridor Mojopahit.
“Orang ke sini itu akan jadi teringat masa-masa dulu lagi. Kemudian, juga akan terintegrasi secara langsung dengan Kayutangan Heritage. Nah, sehingga edukasi-edukasi itu yang akan kita lakukan dulu melalui Kominfo,” imbuhnya. (rsy/sit)










