Kota Malang

Antisipasi Pohon Tumbang, DLH Kota Malang Rempesi 119 Pohon

Diterbitkan

-

Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang (rsy)

Memontum Kota Malang – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang melakukan perempesan atau pemangkasan pohon di sepanjang Jalan Jaksa Agung Suprapto hingga Letjen S Parman. Kegiatan tersebut, dijadwalkan berlangsung selama 12 hari dan telah dimulai sejak Rabu (04/03/2026) malam.

Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, menyampaikan bahwa ada sekitar 119 pohon yang dirempesi, baik pohon berukuran besar maupun kecil. Dari jumlah tersebut, sebanyak 59 pohon merupakan pohon besar yang diperkirakan berusia lebih dari 40 tahun.

“Pemangkasan sudah kita mulai sejak Rabu lalu, akan berjalan sampai 12 hari. Itu kita mulai dari depan Mako Polresta Malang Kota hingga depan Hotel Savana,” ujar Raymond, Senin (09/03/2026) tadi.

Menurutnya, perempesan dilakukan karena sebagian pohon sudah mulai lapuk dan berpotensi membahayakan jika terjadi angin kencang. Selain itu, juga sebagai bagian dari persiapan program pembangunan drainase dalam proyek Nu-Frep.

Advertisement

Baca juga :

“Sehingga dari saran ahli tanaman metode pemangkasan yang dilakukan adalah uptoping. Karena nanti pembangunan drainase memungkinkan mengenai akar pohon. Dengan dipangkas pendek diharapkan pohon tidak membahayakan dan tidak mati,” jelasnya.

Kemudian, ditambahkannya bahwa dalam proses pemangkasan itu tidak mudah karena ukuran pohon sangat besar. Bahkan, dalam beberapa kasus satu pohon bisa membutuhkan waktu hingga dua hari untuk diselesaikan.

“Pohon-pohonnya besar sekali, terutama yang di depan Mako Polresta. Bahkan ada satu pohon yang dua hari belum selesai dipangkas,” katanya.

Advertisement

Untuk menghindari kemacetan panjang di kawasan tersebut, sebagian proses pemangkasan terutama pada pohon berukuran sangat besar dilakukan pada malam hari. “Kalau dilakukan siang hari, 15 menit saja sudah bisa menimbulkan kemacetan sampai tiga sampai empat kilometer. Jadi beberapa pekerjaan kami lakukan malam hari,” imbuh Raymond. (rsy/sit)

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas