Kota Malang
Antrean Mengular di Pasar Murah Lowokwaru, Sejumlah Warga Kecewa Tidak Kebagian Paket

Memontum Kota Malang – Program pasar murah yang digelar Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) di Kantor Kecamatan Lowokwaru, diserbu warga, Senin (09/03/2026) tadi. Bahkan, antrean warga sempat terlihat mengular sejak pagi.
Mirisnya, dalam pelaksanaan itu tidak semua warga yang datang, berhasil mendapatkan paket Sembako murah karena kuota terbatas. Salah satu warga Kendalsari, Kecamatan Lowokwaru, Ayu, mengaku datang jauh-jauh dengan sepeda kayuh setelah mendapat informasi dari temannya. Saat tiba di lokasi, dirinya justru mendapati paket Sembako sudah habis.
“Katanya hanya 1.000 paket. Saya infonya dari grup teman, langsung meluncur ke sini jauh-jauh. Sampai sini tidak ada,” ujar Ayu.
Dirinya mengaku, sudah mengantre sekitar dua jam sebelum akhirnya mengetahui bahwa paket Sembako telah habis. Dirinya datang, setelah mengantar anaknya sekolah.
“Sudah antre sekitar dua jam-an. Saya habis nganter anak sekolah langsung ke sini,” katanya.
Baca juga :
Ayu berharap, penyaluran pasar murah dapat lebih tepat sasaran kepada warga yang benar-benar membutuhkan. “Harusnya dipilih tiap kampung yang memang enggak mampu beli beras. Yang sudah bisa beli, ya sudah,” keluhnya.
Sementara itu, warga lainnya, Rusmini, rela mengantre sejak pukul 08.00 WIB, demi mendapatkan paket Sembako murah tersebut. “Antre dari pukul 08.00 WIB dan dibuka pukul 09.00 WIB. Sementara baru dapatnya sekitar pukul 10.00 WIB. Tadi juga ada yang nyerobot antrean, kasihan yang tua-tua,” ucap Rusmini.
Dirinya mengaku, program pasar murah cukup membantu meringankan pengeluaran rumah tangga. Dalam satu paket Sembako tersebut, berisi beras 5 kilogram, minyak goreng 2 liter dan gula 1 kilogram yang dijual seharga Rp 50 ribu.
“Kalau di toko kan enggak mungkin dapat harga segitu,” imbuh Rusmini. (rsy/sit)















