Kota Malang
Inflasi Kota Malang Maret 2026 Terkendali, Harga Ayam dan BBM Jadi Pemicu

Memontum Kota Malang – Di tengah lonjakan konsumsi masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri 2026, inflasi Kota Malang justru menunjukkan tren yang lebih terkendali. Pada Maret 2026, inflasi tercatat sebesar 0,34 persen secara month to month (mtm), turun dibandingkan Februari 2026 yang mencapai 0,74 persen.
Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi tahunan (year on year/yoy) Kota Malang berada di angka 3,75 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan Jawa Timur sebesar 3,79 persen, meski masih sedikit di atas inflasi nasional yang tercatat 3,48 persen.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang, Indra Kuspriyadi, mengatakan bahwa tekanan inflasi pada Maret didorong meningkatnya aktivitas belanja masyarakat selama momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). “Secara umum, inflasi Maret 2026 dipicu peningkatan permintaan masyarakat selama Ramadan dan Lebaran,” ujar Indra, Jumat (03/04/2026) tadi.
Kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil 0,30 persen (mtm). Komoditas yang paling memengaruhi kenaikan harga antara lain daging ayam ras dengan andil 0,06 persen, disusul bensin sebesar 0,05 persen akibat penyesuaian harga BBM nonsubsidi per 1 Maret 2026. Selain itu, minyak goreng menyumbang inflasi 0,03 persen, sementara cabai merah dan jeruk masing-masing memberi andil 0,02 persen.
Baca juga :
“Kenaikan harga cabai dipicu terbatasnya pasokan akibat faktor cuaca di tengah tingginya kebutuhan konsumsi masyarakat,” tambahnya.
Menariknya, laju inflasi Kota Malang tidak melonjak tinggi karena tertahan oleh sejumlah komoditas yang mengalami deflasi. Emas perhiasan menjadi penahan inflasi terbesar dengan andil minus 0,09 persen (mtm), serta dipengaruhi perubahan pola konsumsi masyarakat pasca Lebaran dan dinamika likuiditas global.
Lebih lanjut, tarif angkutan udara juga mengalami penurunan dengan andil minus 0,01 persen, seiring kebijakan diskon tiket penerbangan selama periode Idul Fitri. Stabilnya pasokan bawang putih, kangkung dan sawi hijau turut membantu meredam tekanan harga pangan.
“Stabilnya inflasi ini juga tidak lepas dari intervensi aktif Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang. Salah satu langkah utama dilakukan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) di 34 titik lokasi, sidak pasar untuk memastikan harga kebutuhan pokok tetap terkendali, serta pemantauan langsung terhadap produsen cabai dan telur ayam guna menjaga ketersediaan pasokan,” tuturnya.
Penguatan koordinasi juga terus dilakukan melalui High Level Meeting (HLM) TPID, serta edukasi publik melalui iklan layanan masyarakat bertema Belanja Bijak di Bulan Ramadan. (rsy/sit)










