Kabar Desa

Kontes Entok Nasional di Pasuruan Berlangsung Meriah

Diterbitkan

-

FOTO: Momen foto bersama di sela pelaksanaan kontes entok. (pemkab for memontum)

Memontum Pasuruan – Ratusan ekor entok dari berbagai penjuru tanah air mengikuti Kontes Entok Nasional Pasuruan Bersatu tahun 2026, yang berlangsung di Halaman Pasuruan Creative Center (PCC) Kabupaten Pasuruan alias Bangkodir Bangil, Minggu (12/04/2026) tadi. Pelaksanaan kontes ini, dibuka Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Pasuruan, Ainur Alfiah.

Ketua Panitia sekaligus Ketua Asosiasi Peternak Entok Pasuruan Raya, Nur Ardiansyah, mengatakan bahwa total ada 250 ekor entok yang berpartisipasi dalam kontes. Baik itu untuk kategori entok hias, entok jumbo, entok lokal, serta beberapa kategori lain, yang disesuaikan dengan karakteristik dan keunggulan masing-masing jenis entok.

Selama kontes berlangsung, tambahnya, seluruh entok dinilai oleh juri berpengalaman dengan memperhatikan aspek kesehatan, postur tubuh, keunikan, serta kualitas keseluruhan. “Kalau klasifikasinya, cukup banyak karena sesuai kategorinya. Contohnya, entok jumbo ya berarti dari bobot badan, tinggi atau postur entok dan kesehatan,” katanya.

Dijelaskan Ardiansyah, para peserta tidak hanya dari lokal Pasuruan saja, melainkan hingga Jawa Barat, Jawa Tengah dan Ibu Kota Jakarta. “Paling banyak ya pasti dari Jawa Timur. Pasuruan lumayan banyak juga,” jelasnya.

Advertisement

Baca juga :

Digelarnya Kontes Entok Nasional, semata-mata untuk mendorong kemajuan sektor peternakan unggas lokal, khususnya entok. Kata Ardi, jumlah peserta yang mengikuti kontes cukup banyak, menandakan tingginya minat masyarakat terhadap pengembangan ternak entok sebagai salah satu potensi ekonomi yang menjanjikan.

“Lumayan banyak jumlahnya dan kami ikut termotivasi untuk melaksanakan kontes lebih besar lagi di tahun depan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Pasuruan, Muhammad Syaifi, menambahkan pemerintah menyambut baik kegiatan ini sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan sektor peternakan lokal.

Menurutnya, kegiatan seperti ini dinilai mampu menjadi wadah pembinaan sekaligus promosi potensi unggulan daerah. Terlebih populasi entok terus berkembang tak hanya dibudidayakan untuk daging konsumsi saja, melainkan sebagai ternak hias yang bernilai jual tinggi.

Advertisement

“Ternyata luar biasa, utamanya entok jumbo karena bisa seberat 9,8 kg. Apalagi setelah ada kontes, banyak yang tertarik menjadi pembudidaya atau peternak entok,” ucapnya. (kom/puj/gie)

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas