Kota Malang
Dinkes Kota Malang Kaji Syarat Imunisasi Lengkap untuk Pendaftaran Murid Baru

Memontum Kota Malang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang tengah mengkaji rencana kebijakan yang mewajibkan calon murid baru menyertakan bukti imunisasi lengkap saat proses pendaftaran sekolah. Kebijakan tersebut dipertimbangkan, sebagai upaya pencegahan penyebaran penyakit menular, khususnya campak.
Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, mengatakan bahwa rencana tersebut masih dalam tahap kajian dan akan dikoordinasikan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), serta pihak terkait lainnya. “Kami memang sedang mengkaji kemungkinan menjadikan status imunisasi lengkap sebagai salah satu syarat pendaftaran siswa baru, mulai tingkat PAUD, TK hingga SD,” ujar Husnul, Rabu (15/04/2026) tadi.
Menurutnya, imunisasi masih menjadi cara paling efektif dalam mencegah Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I), termasuk campak. Imunisasi ini, mampu membentuk kekebalan aktif pada anak sehingga risiko penularan dapat ditekan.
“Untuk sasaran imunisasi campak berada pada kelompok usia 9 bulan hingga 13 tahun,” tambahnya.
Baca juga :
Namun, menurut Husnul potensi penularan kepada orang dewasa tetap ada, tergantung sejumlah faktor seperti kondisi imunitas tubuh, intensitas interaksi dengan individu yang belum lengkap imunisasinya, hingga kondisi lingkungan dan asupan gizi.
“Risiko pada orang dewasa tergantung kekebalan tubuhnya, seberapa sering berinteraksi dengan kelompok rentan, serta faktor lingkungan dan status gizi,” tuturnya.
Husnul menambahkan, campak bukan semata-mata disebabkan gaya hidup tidak sehat. Rendahnya cakupan imunisasi hingga tidak tercapainya kekebalan kelompok atau herd immunity justru menjadi faktor utama meningkatnya risiko penyebaran penyakit. Selain itu, kondisi lingkungan tempat tinggal juga berpengaruh, terutama di kawasan padat penduduk atau rumah yang belum memenuhi standar kesehatan.
“Salah satu penyebabnya karena kekebalan kelompok belum tercapai. Status imunisasi dan kondisi lingkungan rumah juga sangat memengaruhi penyebaran penyakit,” imbuh Husnul. (rsy/sit)













