Kota Malang

Pasangan SAE Bertekad Selalu Hadir di Tengah Warga Kota Malang

Diterbitkan

-

H Sutiaji (man)

Memontum Kota Malang–Usia Kota Malang hampir 1 abad. Tentu warganya sangat dewasa dalam mengarungi roda kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Ditengah kemajemukan dan hiterogennya warga Kota Malang. Tentu tersimpan berbagai persoalan sosial yang harus segera dicarikan jalan keluarnya.

Bakal calon Walikota Malang dari Partai Demokrat dan Partai Golkar H Sutiaji-Sofyan Edy Jarwoko (SAE) sudah merangkum beberapa persoalan sosial yang terjadi dimasyarakat. Lalu untuk mengurai persoalan warga. Pasangan SAE ingin selalu hadir ditengah warga untuk memberikan jawaban atas persoalan yang terjadi.

Jenis persoalannya antara lain masih adanya kebocoran sektor penerimaan pajak daerah. Daya beli masyarakat juga rendah. Angka pengangguran masih tinggi. Pembangunan infrastruktur tidak maksimal.

Meningkatnya pergaulan bebas dampak dari perkembangan informasi tekhnologi. Banjir dan kemacetan arus lalu lintas. Perhatian pemerintah terhadap pondok pesantren dan madraysah masih kurang.

Advertisement

Perhatian terhadap siswa berprestasi juga masih kurang. Pelayanan kesehatan di RSUD dan Puskemas kurang bagus. PNS Pemkot Malang golongan rendah, pegawai swasta dan para buruh masih sulit membeli rumah.

Puluhan tower yang berdiri di Kota Malang diduga banyak melanggar aturan. Puluhan toko modern berdiri di Kota Malang menjadikan pedagang kecil sulit mengembangkan usahanya.

Mutasi Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak transparan. Santunan kematian dihapuskan. Kondisi pasar tradisional terus memprihatinkan. “Masih banyak persoalan sosial lain terjadi dimasyarakat. Saya bersama Pak Sofyan siap mengabdi untuk masyarakat, bangsa dan negara. Kita berdua akan bahu membahu segera mencarikan jalan keluar setiap persoalan yang dihadapi warga Kota Malang,” urai Sutiaji.

Menurutnya, salah satu cara yang ingin ditempuh untuk mengurai persoalan sosial dimasyarakat yakni mempercepat waktu dan kualitas respon birokrasi atas semua jenis pengaduan dari masyarakat.

Advertisement

Kecepatan dalam merespon setiap pengaduan yang dilaporkan warga diyakini bisa mencegah praktik KKN dan mendorong perbaikan kinerja birokrasi. “Transparasi dan kecepatan serta ketepatan dalam menjawab pengaduan warga,” sebut Sutiaji.

Selain menerapkan program kecepatan dalam merespon setiap pengaduam warga Kota Malang. Sutiaji merencanakan program perencanaan terpadu mulai daei e musrenbang sampai e budgeting.

Tujuannya setiap perencanaan pembangunan bisa terkendali dan tepat sasaran. “Masyarakat bisa mengawal dan melihat langsung setiap usulan dan pendanaannya,” imbuhnya.

Hal lain yang dilakukan pasangan SAE untuk warga Kota Malang adalah meningkatkan sumber sumber pendapatan daerah sekaligus mengali sumber pendanaan baru dari pihak ketiga yang diwujudkan dalam bentuk investasi usaha.

Advertisement

Ketika sumber pendapatan Pemkot Malang bertambah. Maka program pembangunan yang direncanakan Pemkot Malang semakin luas dan menjangkau semua lapisan masyarakat.

“Ketika nikai investasi berkembang. Harapan kita lapangan usaha semakin terbuka. Angka penganguran turun dan angka kemiskinan juga turun. Dengan cara itu kesejahteraan warga Kota Malang segera terwujud,” tandasnya. (man/yan)

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas