Blitar
Polisi Belum Pastikan Penyebab Kematian, Keluarga Korban Miras Enggan Otopsi

Memontum Blitar – Tewasnya Nur Fuad dan Saifudin Nur, dua warga dusun Centong, Desa Purworejo, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, kini kasusnya masih dalam penyelidikan Satreskrim Polres Blitar Kota. Dua korban tersebut tewas diduga setelah pesta minuman keras (miras), Kamis (15/3/2018) dini hari bersama empat orang temannya. Atas kejadian tersebut pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jasad korban.
Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono mengatakan, pihaknya baru mendengar informasi ada dua warga dusun Centong Desa Purworejo Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar tewas diduga menenggak minuman keras, baru Kamis (15/3/2018) pagi. Heri mengaku langsung mengecek ke lokasi dan rumah sakit.
“Saat kami ke rumah sakit kedua korban sudah tidak ada. Selanjutnya kami menuju ke rumah korban di dusun Centong. Namun sesampai di lokasi, satu korban atas nama Saifudin Nur sudah dimakamkan. Sedangkan, satu korban lain, Nur Fuad, posisinya sudah dimandikan dan hendak diberangkatkan ke pemakaman umum”, kata Heri Sugiono, Kamis (15/03/2018).
Lebih lanjut Heri Sugiono menyampaikan, untuk mengetahui penyebab kematian harus dilakukan otopsi. Dan pihaknya juga sudah menjeaskan kepada pihak keluarga. Namun pihak keluarga Fuad enggan dilakukan otopsi.
“Kami belum bisa memastikan penyebab kematian korban, karena pihak keluarga enggan dilakukan otopsi”, tandas Heri Sugiono.
Saat ini, polisi masih mengumpulkan keterangan terhadap sejumlah saksi di lokasi. Heri juga mengaku belum mendapatkan data detail terkait peristiwa tersebut.
“Menurut keterangan pihak keluarga, korban memang sedang sakit. Mereka menerima kejadian ini sebagai musibah”, jelas Heri.
Diberitakan sebelumnya, menurut informasi yang dihimpun, kedua korban sempat menggelar pesta miras dengan empat orang teman lainnya, Rabu (14/03/2018). Mereka menggelar pesta miras di tempat penangkaran rusa Maliran, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. Selesai menggelar pesta miras, para korban bertumbangan. Dari enam orang tersebut, dua orang meninggal yaitu Saifudin meninggal, Kamis (14/03/2018) sekitar pukul 03.00, sedangkan Nur Fuad meninggal pagi harinya. Sedangkan dua orang lain informasinya masih menjalani perawatan. Namun saat ini, satu korban sedang menjalani perawatan di rumah sakit dan satu korban lagi menjalani terapi. Untuk dua orang lainnya masih belum diketahui kejelasannya. (jar/nay)
















