Lamongan
PT KTM Lamongan Tak Hanya Serap Tebu Petani Lokal

Memontum Lamongan – Sejak beroperasi pada tahun 2017 di Lamongan, pabrik gula PT Kebun Tebu Mas (KTM) sudah banyak menyerap tebu petani. Bahkan, serapan tebu tersebut tidak hanya dilakukan oleh petani tebu di Lamongan saja, tapi juga beberapa kawasan lainnya di luar Lamongan.
“Beberapa daerah itu mulai dari daerah Tuban hingga Bojonegoro, Kediri, Jombang dan kawasan lainnya, meskipun tetap mengutamakan petani tebu lokal yang berasal dari Lamongan,” kata salah satu direksi PT Kebun Tebu Mas, Adi Prasongko kepada sejumlah awak media, Kamis (6/8/2018).
Meski demikian, hingga saat ini PT. KTM masih belum dapat memenuhi kapasitas produksinya. Dari total kapasitas 12 ribu ton, pihaknya baru bisa memproduksi sebanyak 6 ribu ton.
“Hal itu disebabkan tebu dari petani tebu masih belum seluruhnya masuk ke KTM,” ucapnya.
Sekedar diketahui, berdasarkan data yang dirilis Pemkab Lamongan, pada tahun 2016 panen tebu di Kabupaten Lamongan mencapai 4.952 hektar, dengan total produksi mencapai 308.145 ton dengan rendemen masih di angka 6,5 persen. Sementara jumlah petani tebu yang ada di Lamongan, tercatat sebanyak 7.428 orang.
Selain itu, sambung Adi hasil produksi gula dari KTM sendiri juga sudah dipasarkan ke sejumlah tempat di Indonesia.
“Produksi gula tergantung hasil tebu petani, dan Alhamdulillah hasil gula kami juga bagus,” ungkapnya.
Sementara untuk harga, Adi mengatakan, pihaknya selama ini menetapkan harga berdasarkan batas rendemen tebu. Kalau tebu petani memiliki rendemen diatas 7 maka harganya tentu lebih mahal. Akan tetapi pihaknya juga menerima rendemen dibawah 7 yang dimasukkan dalam karet berendemen 7 sebagai proteksi kepada petani.
“Untuk transaksi keuangan, kami juga menggunakan transaksi elektronik sehingga lebih memudahkan petani,” terangnya. (ifa/zen/yan)
















