Jember
Masyarakat, Kapolres, Bupati, Komitmen Tolak Tambang Silo

Ancam Tutup Akses Banyuwangi – Jember
Memontum Jember – Surat Keputusan (SK) Kementrian ESDM perihal pertambangan di Blok Silo Kecamatan Silo Kabupaten Jember mendapat protes keras dari Ribuan Warga Silo, Senin (10/12/2018) siang.
Protes itu disampaikan saat mereka Menggelar Aksi Demo di Depan DPRD dan kantor Pemerintahan kabupaten Jember, Mereka meminta agar SK pertambangan di Blok Silo segera di cabut.
Dengan Menggunakan puluhan Truk, Sepeda motor Serta Mobil pribadi dan menggunakan 3 set Sound System sebagai pengeras Suara mereka mendatangi Kedua Kantor tersebut dan Berorasi “Cabut SK Menteri ESDM Lampiran 4 nomor 1802 yang direkomedasikan oleh Gubernur Jawa Timur.”
“Pernyataan Gubernur Jawa Timur yang mengaku telah berkomunikasi dengan rakyat, semua Itu omong kosong, kami tidak pernah Berkomumikasi dengan Gubernur,” kata Koordinator Aksi Heru Purnomo saat Berorasi di depan Pemkab Jember.
Bahkan warga mengancam akan menutup akses Jalan Raya Banyuwangi – Jember apabila Pertambangan yang Blok Silo dilanjutkan dan tidak segera dicabut bahkan mereka mengatakan Siap berkorban nyawa untuk mempertahankannya.
“Sampai kapanpun kami menolak Tambang di Silo, Kami Siap mati untuk mempertahankannya, tolak tambang..harga Mati, ” tegas Heru disambut teriakan tolak tambang… Tolak tambang, Tambang hanya menyusahkan rakyat, dari peserta Aksi.
Tidak lama berorasi, Bupati Jember dr Faida MMr bersama Wakil Bupati (Wabup) Drs KH Abdul Muqit Arief didampingi Kapolres Jember AKBP Kusworo wibowo dan Wakil Ketua DPRD Jember Ayub Junaidi, menemui Warga dan menandatangani Komitmen Untuk menolak Tambang yang disodorkan oleh Warga Silo.
Saat dikonfirmasi memontum.com setelah turun dari mobil ia mengaku bahwa Pemkab Jember belum mendapatkan rekomendasi terkait Ijin Pertambangan di Silo dari Provensi Jawa timur.
“Tampaknya memang provinsi belum berkenan untuk memberikan rekomendasi tersebut, maka kami mengajukan mediasi non litigasi ke Kementerian Hukum dan hak asasi manusia untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat kami, ” terang Bupati Perempuan pertama di Jember, menandaskan. (yud/oso)
















