Kota Malang

SDK Santo Yusup II Usung Sejarah Singhasari Hingga Masa Kini

Diterbitkan

-

Kirab pemain cerita rakyat asal muasal Malang. (rhd)

Memontum Kota Malang—-Mengangkat budaya Malang, SD Kolese Santo Yusup II Kota Malang mengusung cerita rakyat Ken Dedes, yang melibatkan tokoh Ken Arok, Tunggul Ametung, Anusapati, dalam tragedi keris Mpu Gandring atau sejarah kerajaan Singhasari. Cerita rakyat tersebut dituangkan dalam pertunjukan cerita kolosal sebagai rangkaian Pentas Seni (Pensi) dan Bazar, yang berlangsung selama 2 hari, Sabtu-Minggu (26-27/1/2019).

“Kegiatan ini untuk membangun kreatifitas siswa SDK Santo Yusup II. Tak hanya cerita kerajaan Singhasari, tapi kami juga mengusung cerita perjuangan kota Malang dalam meraih kemerdekaan, dan kota Malang jaman now. Sengaja kami mengusung asal muasal Malang karena tema kali ini yaitu Pesona Kota Malang. Dimana kami pentaskan pada pamuncak,” jelas Kepala SDK Santo Yusup II, Yuli Nugrowati, SPd.

Animo masyarakat menyerbu stand bazar. (rhd)

Animo masyarakat menyerbu stand bazar. (rhd)

Dibuka dengan kirab, para pemeran diarak keliling dari pintu gerbang menuju panggung utama. Dengan melibatkan 465 siswa SDK Santo Yusup II, dari kelas 1 hingga kelas 5, ekstrakurikuler modern dance, bina musika, wushu, dan beberapa perwakilan siswa TK Santo Yusup II dan SMPK Santo Yusup I.

Animo peserta TK dan SD Se-Malang Raya cukup tinggi dalam mengikuti lomba modern dance, fashion show, fotogenik, menyanyi, dan mewarnai, dengan total hadiah Rp 10 juta. “Tak hanya dari Malang Raya, namun juga dari Malang Raya sekitarnya, seperti Blitar. Kami tak menyangka bisa menembus lebih dari 500 peserta, dari target awal 200 peserta,” jelas Madga, sapaan akrab wanita kelahiran Malang, 14 Juli 1967 ini.

Ditambahkannya, SDK Santo Yusup II memiliki agenda rutin tahunan yang berlangsung tiap dua tahunan secara bergantian, yaitu Pensi dan Open House. “Kalau tahun lalu Open House untuk siswa TK, kali ini Pensi untuk siswa TK dan SD Se-Malang Raya. Agar tidak monoton, kami juga menggandeng stand bazar dari walimurid dan umum. Kali ini diikuti 40 stand bazar,” tukas Magda. (rhd/yan)

Advertisement
Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas