Kabupaten Malang

DTPHP Kabupaten Malang Rencanakan Penjualan Online Produk Holtikultura

Diterbitkan

-

KEPALA DINAS : Dr Ir Budiar Anwar MSi Kepala DTPHP Kabupaten Malang. (sur)

Memontum Malang – Guna mempermudah pejualan produk paska panen khusus holtikultura,Pemerintah Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (DTPHP) segera menterapkan aplikasi online dengan nama ‘Sayur box’.

Produk modern bantuan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) ini akan diperkenalkan kepada para petani sayur dan buah-buahan di Kabupaten Malang, dengan tujuan memangkas mata rantai distribusi dari petani ke konsumen.

SAYUR : Aktifitas salah satu petani sayur di Kabupaten Malang. (sur)

SAYUR : Aktifitas salah satu petani sayur di Kabupaten Malang. (sur)

Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang, Dr Ir Budiar Anwar MSi mengatakan,sayur box ini bisa di donloud di aplikasi.

“Saat ini sudah berlangsung di beberapa kota besar. Cara mengaktifkannya cukup donloud sayur box, selanjutnya akan muncul harga dan jenis sayuran sesuai yang kita pesan. Saat itu juga langsung dikirim, ” terang Budiar Rabu (19/6/2019) kemarin.

Dikatakan Budiar, cara ini akan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam menjalankan kehidupan sehari-hari,apalagi dengan melimpahnya hasil pertanian khususnya untuk holtikultura.Melalui aplikasi ini, tingginya harga sayur dan buah di tingkat konsumen dirasakan langsung oleh para petani.

Advertisement

Seperti diketahui, banyaknya mata rantai distribusi yang harus dilalui dari produsen ke konsumen telah menjadi masalah dalam perniagaan produk pertanian. Tingginya harga sayur dan buah di tingkat konsumen kadang tak bisa dirasakan petani sebagai produsen. Sebab, pengepul biasanya mendapat jatah yang lebih besar. Sedang pemerintah daerah tidak bisa melakukan intervensi pasar di luar kewenangannya.

Juga dijelaskan Budiar, untuk besarnya panen mayur-mayur di Kabupaten Malang hingga tembus di angka 2.900.000 ton/tahun. Jumlah tersebut bisa terus berkembang.Untuk itu Pihaknya berharap, tahun 2021 mendatang bisa jadi swasembada. Saat ini DTPHP Kabupaten Malang juga tengah mengkemas dalam bentuk kardus buah pisang, salak dan manggis untuk prospek ekspor.

“Sekarang masuk era digitalisasi untuk menjawab revolusi industri, kita dimudahkan dengan aplikasi khususnya para ibu rumah tangga, ” pungkasnya. (sur/oso)

 

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas