Jember

KH.Miftakhul Akhyar : Sekarang Fitnah Dianggap Sebuah Sunnah

Diterbitkan

-

KH.Miftakhul Akhyar saat memberikan Tausyiah. (ist)

Memontum Jember – Kita perlu mencontoh militansinya umat Kristen, mereka rela memberikan separuh harta penghasilan untuk perjuangan agamanya, orang Kristen militannya luar biasa , loyalitasnya padat sampai dipotong 50 % itu lho mau.

Demikian dikatakan Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Marzuki Musytamar di depan tamu undangan dan pengurus NU pada saat pidato acara Pelantikan dan Raker PC NU Kencong Kabupaten Jember di aula Kantor tersebut, Rabu (3/7/2019) siang.

“Yang islam hanya di potong 2,5 % saja banyak yang protes. Kita perlu mencontoh tauladan sahabat abu bakar karena seluruh hartanya di serahkan kepada Rasulullah, karena bagi abu bakar dia lebih cinta Alloh dan rasulnya,” lanjutnya.

Marzuki berpesan bahwa umat NU tidak perlu khawatir miskin, hanya gara-gara mereka mengeluarkan hartanya untuk jihad,kita harus terus meningkatkan militansi dan loyalitas sempurna, Kita harus melakukan pengkaderan secara menyeluruh mulai mulai pusat hingga ranting ,semua anggota NU yang namanya tercatat dalam SK organisasi NU dan lembaganya harus di Pelatihan Kader Penggerak, sampai mempunyai sertifikat jadi ada legalitasnya.

Advertisement

“Ketika ini sudah bisa kita kerjakan,maka ini adalah merupakan ikhtiar menjaga NU dan Ahlussunah wal jamaah dan memakmurkan umat,” ungkapnya.

Sementara di tempat yang sama Ketua PBNU Pusat KH Miftakhul Akhyar dalam sambutannya menyampaikan, jika saat ini Fitnah sudah di gambarkan seperti baju.

“Kita masuk di dalam baju tersebut bahkan anak-anak sudah masuk dalam fitnah ini sehingga perilakunya membuat para pemimpin negeri ini merasa resah, yang muda sudah tidak merasa tua, karena sudah hidup dalam sebuah zaman fitnah, alias Hoax,” katanya.

Bahkan sekarang fitnah sudah dianggap sebuah sunnah dan Sunnah dianggap sebuah fitnah, dan jika diluruskan malah dituduh sebuah bid’ah.

Advertisement

“Kapan itu akan terjadi yakni ketika zaman itu para ulama banyak yang diambil oleh Alloh , generasi terbaiknya banyak diambil oleh Alloh, dan sekarang ini saat nya itu, sehingga yang ada hanya lah sampah-sampah, jadi lah kita sebuah sampah yang siap di daur ulang untuk menjadi yang bermanfaat,” pesannya (rir/yud/oso)

 

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas