Kabupaten Malang
Anak Rentan Terserang TBC, Dinkes Kabupaten Malang Minta Masyarakat Terapkan Pola Hidup Sehat

Memontum Malang – Dinas Kesehatan (Dinkes) terus berupaya mencegah penyebaran tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Malang. Selain terus memberikan himbauan pola hidup sehat, Dinkes juga melakukan pemenuhan dan penjaminan mutu obat yang digunakan untuk pasien TBC.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan (Dinkes) Kabupaten Malang, drg Ivan Drie, melalui Plt Sekretaris Dinas (Sekdin) Kesehatan, Gunawan Djoko Untoro, menjelaskan bahwa anak-anak rentan terserang berbagai macam penyakit, termasuk TBC. Kuman Mucobacterium Tuberculosis yang masuk ke dalam tubuh melalui saluran pernapasan ini sering kali menyasar usia di bawah 5 tahun karena sistem kekebalan tubuhnya masih belum sempurna.
“TBC bisa menyerang semua kelompok usia. Tetapi kelompok usia yang lebih rentan terkena TBC, yaitu anak-anak khususnya usia di bawah 5 tahun. Karena sistem kekebalan tubuh mereka masih belum sempurna sehingga lebih mudah tertular dari orang dewasa yang menderita TBC aktif,” ujarnya, Kamis (07/08/2025) tadi.
Selain anak-anak, ujarnya, usia yang rentan terkena TBC juga usia remaja dan dewasa. Yakni usia 15–34 tahun.
Baca juga :
Menurut data epidemiologi di banyak negara, kelompok usia ini memiliki angka kejadian TBC yang tinggi. Kelompok usia ini, lebih aktif secara sosial dan ekonomi, sehingga lebih banyak terpapar lingkungan luar.
“Orang dewasa usia produktif 15 hingga 54 tahun, juga banyak terserang TBC. Karena mereka banyak bekerja di tempat kerja, kemudian transportasi umum dan lingkungan padat yang juga bisa meningkatkan risiko paparan. Kemudian Lansia di atas 60 tahun, pun juga banyak. Mengingat, sistem imun mulai melemah seiring bertambahnya usia,” jelasnya.
Oleh karena itu, paparnya, Dinkes Kabupaten Malang terus menerus memberikan imbauan kepada masyarakat agar menerapkan pola hidup sehat. “Peningkatan akses layanan Tuberkulosis yang bermutu dan berpihak pada pasien. Juga peningkatan kapasitas untuk tenaga kesehatan dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan TBC,” tambahnya.
Selain itu, skrining kesehatan termasuk di dalamnya skrining TBC. Baik bersama komunitas dan mitra peduli TBC yang terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Puskesmas, Active Case Finding (ACF) di masyarakat. (mem/gie)













