Kota Malang

Angka Stunting di Kota Malang Terus Alami Penurunan Signifikan

Diterbitkan

-

Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Angka Stunting di Kota Malang terus menunjukkan penurunan yang signifikan pada tiap tahunnya. Seperti di Maret tahun 2024 kemarin, berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) berada di angka 17,3 persen.

Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa penurunan tersebut sangat signifikan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada tahun 2022 stunting Kota Malang berada di angka 25,7 persen, sedangkan di tahun 2023 berada di angka 18 persen.

“Alhamdulillah, data dari SSGI ini yang kita tunggu-tunggu. Dimana dari 18 persen di tahun 2023, kini bisa menjadi 17,3 persen. Tentu itu luar biasa, walaupun persentase penurunannya sedikit,” kata Pj Wali Kota Wahyu, Jumat (26/04/2024).

Kemudian, dikatakannya bahwa angka tersebut berada di bawah Provinsi Jawa Timur dan diantara Kabupaten/Kota yang ada di Jawa Timur. Tentu, beberapa upaya yang saat ini sudah dilakukan ke depan akan terus ditingkatkan kembali.

Advertisement

“Alhamdulillah terbukti menurun dan selisihnya antara kabupaten atau kota ini memang sedikit. Angka stuntingnya Provinsi Jawa Timur saja masih di atas kita. Namun ke depan masih akan terus kami lakukan evaluasi untuk peningkatannya, karena itu kan banyak,” katanya.

Baca juga :

Dengan penurunan angka stunting tersebut, Wahyu sangat mengapresiasi kepada seluruh stakeholder terkait yang terus berupaya menekan angka stunting. Terutama kepada Dinkes Kota Malang, Puskesmas, Camat dan Lurah.

“Yang jelas saya mengapresiasi dan akan memberikan piagam untuk stakeholder yang berupaya menurunkan angka stunting ini,” ucapnya.

Advertisement

Saat disinggung mengenai bapak ibu asuh anak stunting, Wahyu menyampaikan bahwa akan mengevaluasi terkait dengan penanganan stunting yang memang berbasis dengan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD). Apalagi, Dinkes Kota Malang sendiri menurutnya juga memiliki konsep penurunan angka stunting berbasis kawasan.

“Jadi maksudnya kawasan itu per kelurahan. Nah di kelurahan-kelurahan yang menuju ke zero stunting itu masih di konfirmasi oleh Dinkes, targetnya apakah memang tidak ada stunting sama sekali atau tidak ada penambahan stunting,” ujarnya.

Sebagai informasi, untuk angka stunting berdasarkan bulan timbang per Maret 2024 di angka 8,34 persen. Sehingga, berdasarkan hal tersebut Pemkot Malang masih mempunyai Pekerjaan Rumah (PR) sekitar 2000 anak yang berisiko stunting. (pro/rsy/sit)

Advertisement
Advertisement
Lewat ke baris perkakas