Jember
Banjir Serang Ratusan Rumah di Desa Karangrejo Jember

Memontum Jember – Akibat diguyur hujan deras yang terjadi hingga Jumat (25/03/2022) dini hari. Ratusan rumah di wilayah Desa Karangrejo, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, mengalami banjir. Ketinggian air, diketahui bervariasi yakni antara 30 cm hingga 50 cm.
Menurut seorang warga, Yatemi (60), menjelaskan bahwa wilayahnya memang sering terjadi banjir. Apalagi, ketika curah hujan yang turun cukup tinggi.
“Di sini memang sering banjir. Tadi malam, kebetulan hujannya juga deras. Jadinya, banjir dan air sampai masuk rumah,” kata Yatemi, Jumat (25/03/2022) tadi.
Biasanya, tambah korban, ketika hujan sudah mereda atau berhenti, air akan cepat surut. Namun, berbeda jika hujan tetap terjadi. “Kalau tidak hujan lagi, biasanya air akan cepat surut,” lanjutnya.
Baca juga :
- Bupati Sanusi Terima Penghargaan Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih dari Menteri Lingkungan Hidup
- Masuk Peringkat 7 Besar Nasional, Wali Kota Malang Terima Penghargaan Sertifikat Menuju Kota Bersih
- Gudang Bulog dan TBBM Jadi Sasaran Pemantau Bupati dan Forkopimda Banyuwangi Hadapi Lebaran
- Pemkot Malang Siapkan Pendanaan Revitalisasi Pasar Besar dengan Skema KPBU
- PBI Dinonaktifkan, BPJS Malang Pastikan Warga Tak Mampu Bisa Aktifkan Kembali Kepesertaan
Kades Karangrejo, Nurul Huda, dikonfirmasi terpisah mengatakan, selain disebabkan curah hujan yang tinggi, banjir juga diakibatkan adanya pendangkalan Sungai Avur Curah Ampel.
“Ada pendangkalan Sungai Avur Curah Ampel, yang berbatasan dengan Desa Grenden, Kecamatan Puger, yang sekarang dangkal. Termasuk, juga terjadi penyempitan,” kata Nurul Huda.
Agar ke depan tidak terjadi lagi, dirinya berharap, ada langkah pengerukan dasar sungai. Sehingga, musibah serupa tidak sampai terjadi.
“Sebenarnya, sudah ada pengerukan dengan padat karya. Tetapi karena intensitas curah hujannya tinggi, akhirnya tidak bisa menampung air hujan,” katanya.
Hingga berita ini ditulis, banjir masih menggenang. Akibat banjir, selain membuat ratusan rumah terendam, aktifitas warga juga terganggu. (rio/sit)
















