Kediri

Bank Indonesia Kediri bersama Pemkab Tulungagung Luncurkan Program Sekolah Peduli Inflasi 2025

Diterbitkan

-

SPI: Prosesi peluncuran atau kick off Program Sekolah Peduli Inflasi. (memontum.com/pan)

Memontum Kediri – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kediri bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung, resmi meluncurkan Program Sekolah Peduli Inflasi (SPI) Tahun 2025, Senin (20/05/2025) tadi. Kegiatan ini, menjadi langkah strategis dalam mendukung pengendalian inflasi dan penguatan ketahanan pangan berbasis komunitas sekolah.

SPI merupakan program edukatif yang dirancang untuk menanamkan pemahaman tentang inflasi, perilaku belanja bijak serta keterampilan urban farming kepada siswa sejak usia dini. Melalui kegiatan ini, pelajar didorong aktif menanam dan merawat tanaman pangan di lingkungan sekolah, meski dalam lahan terbatas. Melalui program ini, diharapkan dapat membentuk kesadaran ekonomi generasi muda serta berkontribusi nyata terhadap stabilitas harga pangan daerah.

Program ini, menjadi bagian dari Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) serta sejalan dengan Gerakan Indonesia Menanam (Gerina) yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto, pada 23 April 2025. Gerakan tersebut, mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga ketahanan pangan melalui aktivitas bercocok tanam yang berkelanjutan.

Tahun ini, SPI diikuti oleh 25 SMP atau MTs se-Kabupaten Tulungagung dan berlangsung dari April hingga Agustus 2025. Para peserta akan menerima bibit komoditas strategis, seperti cabai merah, cabai rawit dan tomat atau tiga komoditas yang dikenal sering memicu fluktuasi inflasi di tingkat daerah. Selain itu, akan dilakukan pendampingan intensif terkait perawatan tanaman, inovasi pertanian sekolah, serta pengembangan kreativitas siswa.

Advertisement

Baca juga :

Kepala Perwakilan BI Kediri, Yayat Cadarajat, mengatakan bahwa SPI bukan sekadar sarana edukasi, tetapi juga bentuk nyata literasi ekonomi yang mengajarkan pentingnya keberlanjutan pangan. “SPI bisa menjadi pemicu bagi generasi muda untuk mengenal dan mencintai dunia pertanian sejak dini,” ujarnya.

Dirinya juga menambahkan, bahwa program serupa juga telah berjalan di wilayah lain. Diantaranya, seperti Kota Kediri dan Kota Madiun.

Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung, Soeroto, mengapresiasi pelaksanaan SPI yang dinilai sejalan dengan visi pembangunan daerah. “Program ini mendukung terwujudnya masyarakat yang sejahtera, mandiri, berdaya saing dan berakhlak mulia. Kami berharap SPI bisa menjangkau lebih banyak sekolah ke depan,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, turut diluncurkan aplikasi Cermat (Cerdas Mengelola Inflasi dan Tanaman), sebagai alat bantu pelaporan kegiatan urban farming di sekolah. Aplikasi ini, memungkinkan sekolah mencatat dan memantau hasil panen secara real-time. Sehingga, ketersediaan data produksi menjadi lebih akurat dan efisien.

Advertisement

Bank Indonesia Kediri menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung program SPI. Ke depan, SPI diharapkan dapat terintegrasi ke dalam kurikulum pembelajaran dan menjadi gerakan berkelanjutan dalam mencetak generasi muda yang cerdas, peduli, dan mandiri dalam menghadapi tantangan inflasi serta ketahanan pangan nasional. (pan/sit)

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas