Pamekasan
Bupati Pamekasan Resmikan Gedung Perpustakaan M Tabrani

Memontum Pamekasan – Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman, meresmikan gedung baru Perpustakaan M Tabrani, di Jalan Jokotole, Barurambat Kota, Kecamatan/Kabupaten Pamekasan, Senin (19/05/2025) tadi. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa konstruksi pembangunan perpustakaan tersebut untuk 3 lantai. Namun, saat ini hanya selesai pada pembangunan Lantai 1 dan 2.
“Saya berharap pasti ya, karena bagaimanapun konstruksi ini Lantai 3. Tetapi dibuktikan dahulu Lantai 1 dan 2, itu hidup. Sehingga nanti kita bisa melanjutkan ke Lantai 3,” kata Kiai Kholil-sapaan Bupati Pamekasan.
Kiai Kholil menambahkan, dengan diresmikan gedung perpustakaan baru tersebut, nantinya diharapkan bisa meningkatkan literasi masyarakat Pamekasan. “Saya harap ke depan, ada sejumlah event yang diadakan Disperpusip (Dinas Perpustakaan dan Kearsipan) untuk menarik pemuda dan masyarakat umum untuk ke perpustakaan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Kadisperpusip) Pamekasan, Achmad Sjaifuddin, menambahkan bahwa pembangunan gedung perpustakaan ini berlangsung selama dua tahap. “Anggaran tahap I sebesar Rp 7,9 miliar, cuma putus kontrak karena pembangunannya selesai 60 persen. Kalau tahap II ini, Rp 4,5 miliar tetapi mengalami penurunan 20 persen, menjadi Rp 3,5 miliar,” tambah Sjaifuddin.
Baca juga :
Sjaifuddin menjelaskan bahwa total anggaran tersebut hanya untuk pembangunan Lantai 1 dan 2. Sedangkan, untuk pembangunan pada Lantai 3 belum dianggarkan.
“Dua lantai. Lantai 3 masih belum. Nantilah ya, kita bersyukur dululah,” ujarnya.
Sjaifuddin menargetkan, dengan diresmikan gedung perpustakaan baru ini, nantinya Disperpusip akan mengadakan sejumlah event untuk menarik pengunjung. “Setiap bulannya harus ada event. Nanti kami akan kerja sama dengan perpustakaan lain, dengan tujuan menarik minat baca dan pengunjung,” tambahnya.
Untuk diketahui, pada 2023 lalu, anggaran dari pembangunan gedung perpustakaan berasal dari dana alokasi khusus (DAK) dengan Paguyuban sebesar Rp 10 miliar. Dalam perjalanan, progres dari pembangunan yang dilakukan mencapai 60,13 persen. Sehingga Pemkab hanya membayar Rp 4,8 miliar dari nilai evaluasi nilai proyek. Sementara tahap II senilai Rp 4,5 miliar, tetapi mengalami penurunan 20 persen, sehingga menjadi 3,5 miliar. Total dana yang dihabiskan 2 lantai tersebut mencapai Rp 8,3 miliar. (azm/gie)














