Kota Malang

Bapenda Sobo Erwe, Strategi Jemput Bola Tingkatkan PAD Kota Malang Lewat Layanan Pajak Keliling

Diterbitkan

-

BAPENDA: Layanan Bapenda Sobo Erwe yang berlangsung di Kelurahan Penanggungan, Kota Malang. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Upaya Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), terus digencarkan melalui program jemput bola bertajuk Bapenda Sobo Erwe. Program tersebut, memberikan layanan keliling ke tingkat RW untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses pembayaran dan konsultasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Kepala Bapenda Kota Malang, Handi Priyanto, menyampaikan bahwa melalui kegiatan tersebut tentunya diharapkan dapat meningkatkan realisasi penerimaan PBB. Termasuk juga dapat menggenjot nilai Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang.

“Setiap kali ada kegiatan, rata-rata kami bisa mendapat antara Rp 20 juta hingga Rp 25 juta. Bahkan, di salah satu RW Kelurahan Tunggulwulung pernah mencapai Rp 120 juta,” kata Handi, saat dikonfirmasi, Jumat (13/06/2025) tadi.

Ditambahkannya, melalui kegiatan tersebut juga menjadi bentuk nyata pendekatan pelayanan publik. Meskipun, masyarakat saat ini bisa membayar PBB melalui berbagai kanal digital, seperti QRIS, E-commerce dan toko modern. Namun, masih banyak yang merasa lebih nyaman jika melakukan pembayaran secara langsung.

Advertisement

“Walaupun pembayaran secara langsung, tetap Bapenda tidak menerima pembayaran uang dari masyarakat. Karena di dalam kegiatan kelililing, kami mengajak Bank Jatim. Sehingga, masyarakat langsung membayar pada petugas Bank Jatim. Bahkan, masyarakat juga dapat menabung dan membuka rekening di Bank Jatim tersebut,” tambah Handi.

Dirinya optimis, bahwa di tahun 2025 ini capaian PBB dapat melampaui target yang telah ditetapkan. Yakni, di atas Rp 73 miliar. Sementara untuk capaian PBB per 12 Juni 2025, sudah diangka Rp 28,4 miliar atau 38,97 persen dari target.

“Insyaallah kami optimis dapat mencapai target bahkan melampaui,” lanjutnya.

Baca juga :

Advertisement

Sementara itu, Kasubdit Perencanaan dan Pembukuan PAD Bapenda Kota Malang, Sri Wahyuni, menambahkan bahwa layanan keliling tersebut tidak hanya untuk pembayaran PBB. Namun, juga melayani pembaruan data, termasuk mutasi nama dan perubahan spesifikasi bangunan.

“Selama syaratnya lengkap, maka bisa langsung dilayani di tempat. Hanya saja, perubahan data berlaku untuk tahun pajak berikutnya,” ujarnya.

Untuk menarik minat warga, ungkapnya, Bapenda juga memberikan doorprize seperti gelas dan minyak goreng kepada wajib pajak yang melakukan pembayaran langsung di lokasi. Dalam satu kali kegiatan, jumlah warga yang datang bisa mencapai ratusan, sebagian di antaranya juga melakukan konsultasi dan pembaruan data.

“Insyaallah kegiatan ini akan terus dilakukan hingga November 2025. Kami sudah mulai dari Februari lalu dan kalau ada kegiatan di kelurahan atau momen khusus, kami juga sering diundang untuk membuka layanan,” tambahnya.

Advertisement

Lebih lanjut, Pelaksana Tugas Harian Bapenda Kota Malang, Alis Purnawan, menjelaskan bahwa program ini menyasar wilayah dengan tingkat kepatuhan pajak yang masih rendah (zona merah). “Kami gelar setiap Senin sampai Kamis di dua titik per hari. Tapi kalau ada kegiatan lain, bisa hanya satu titik,” terangnya.

Menurutnya, selain mendekatkan layanan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi. “Banyak masyarakat yang baru sadar akan kewajiban pajaknya setelah kami jelaskan langsung di lokasi. Bahkan, ada yang datang membawa sampai 50 berkas dalam sekali kunjungan,” imbuh Alis. (rsy/sit/adv)

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas