Bondowoso
Bedah Buku Mozaik Pemikiran dan Kepemimpinan ASH Bupati Bondowoso ke 30

Dalam buku tersebut juga dijelaskan mengenai suka duka ASH selama memimpin Kota Tapai yang kini juga telah bertambah menjadi Bondowoso Republik Kopi.
“Memang tidak semua harapan masyarakat bisa terpenuhi. Tetapi dari sekian harapan, program dan kegiatan, kita harus menjawab sebagian permasalahan (masyarakat-red),” tuturnya.
Menurut ASH, Bondowso akan menjadi kota yang maju dengan adanya Universitas negeri . “Saat saya memimpin, saya tidak bisa mendirikan UN seperti yang syaa inginkan . Namun Akhirnya saya bisa mendatngakan UN kEsini bekerjasma dengan Kampus UNEJ . Pendidikan, berwisata, perdagangan, salah satu caranya yaitu dengan meningkatkan peran kaum muda,” imbuhnya..
Hadir dalam acara bedah buku tersebut, para penulis buku tersebut, sejumlah perwakilan pengurus PGRI kabupaten Bondowoso, mahasisiwa, komunitaas Kampung Kopi dan sejumlah media cetak, online dan elektronik.
Menurut Ari Pangistu (25) salah satu audienmengatakan kekagumannya akan sosok ASH dan buku tersebut. “ASH salah satu tokoh yang saya idolakan sejak beliau menjabat sebagai Bupati Bondowoso. Sangat bijaksana, intelektual dan sarat prestasi. Buku ini sangat bagus dan menginspirasi. Saya berharap para pemimpin dapat mempelajari gaya kepemimpinan ASH yang dituangkan dalam buku ini,”ujarnya saat ditemui Memontum.com usai acara. (ifa/yan)
















