Lumajang
Bunda Indah Berikan Semangat Kemandirian Pramuka Lumajang

Memontum Lumajang – Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati, berpesan kepada semua anggota gerakan Pramuka, agar selalu mandiri dan tidak tergantung. Hal itu disampaikan, saat membuka kegiatan Pitaran Pelatih Korwil Timur ‘Probowangi JLS’ Tahun 2022, di Bumi Perkemahan Glagaharum, Kabupaten Lumajang, Sabtu (05/03/2022).
“Saya berpesan, jadilah anggota gerakan Pramuka yang mandiri. Sehingga, tidak selalu bersandar dan bergantung,” ujar Bunda Indah.
Dirinya juga menyampaikan, bahwa Pitaran Pelatih merupakan forum yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para pelatih. “Kapasitas pelatih yang bagus dan handal tentunya akan melahirkan para pembina yang handal juga, sehingga anggota gerakan Pramuka itu akan bisa dicetak menjadi anggota yang handal, tangguh dan hebat,” ujar wanita yang sekaligus sebagai Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Lumajang.
Baca juga:
- Evaluasi MBG, Pemkot Malang Usulkan Keterlibatan Sejak Awal Penentuan Lokasi SPPG
- Pertamax Naik Jadi Rp 16.250, Ojol di Kota Malang Keluhkan Pendapatan Harian
- Polemik Perizinan Aston, DPRD Kota Malang Sebut Keputusan Final Dijadwalkan Pekan Depan
- Bupati Banyuwangi Pantau Progres Pembangunan Gedung Sekolah Rakyat
- Temukan Batu Batolit yang Diduga Watu Dakon, Disparbud Kabupaten Malang Sebut Perlu Kajian
Dalam kesempatan itu, Bunda Indah juga melaporkan terkait pembangunan hunian sementara yang dibangun oleh Pramuka Peduli dari hampir semua Kwarcab kabupaten/kota. “Terima kasih, ini luar biasa karena sudah selesai beberapa unit rumah dan sudah diresmikan pula oleh Kamabida Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Ketua Kwarda juga hadir untuk menyaksikan bahwa kita telah menyelesaikan 19 unit Huntara dan Insyaallah dalam waktu dekat kita akan selesaikan proses pembangunan 31 unit Huntara,” terang dia.
Kegiatan tersebut diikuti oleh peserta Pitaran Pelatih Korwil Timur, yang terdiri dari perwakilan Pusdiklatda Jawa Timur, Pusdiklatcab Probowangi JLS (Probolinggo, Bondowoso, Banyuwangi, Jember, Lumajang dan Situbondo). (kom/adi/gie)
















