Connect with us

Blitar

Bupati Blitar Berangkatkan Ekspor Koi Mandiri ke Malaysia

Diterbitkan

||

Bupati Blitar Berangkatkan Ekspor Koi Mandiri ke Malaysia
EKSPOR: Bupati Blitar, Rini Syarifah, memberangkatkan ekspor Ikan Koi mandiri ke Malaysia dari Pendopo Ronggo Hadi Negoro (RHN). (memontum.com/jar)

Memontum Blitar – Pemerintah Kabupaten Blitar mewujudkan mimpi pembudidaya Ikan Koi untuk merambah pasar luar negeri. Hal itu terlihat, saat Bupati Blitar, Rini Syarifah, memberangkatkan ekspor Ikan Koi mandiri ke Malaysia dari depan Pendopo Ronggo Hadi Negoro (RHN), Senin (13/06/2022) tadi.

Bupati Blitar, Rini Syarifah, mengatakan bahwa pemberangkatan ekspor Ikan Koi secara mandiri, ini sekaligus mewujudkan mimpi para pembudidaya Ikan Koi di Kabupaten Blitar untuk ekspor mandiri. “Ini impian kita bertahun-tahun, yakni bisa mengekspor sendiri. Karena sentra Koi ada di Kabupaten Blitar, cukup besar,” kata Bupati Rini Syariah.

Lebih lanjut Bupati Rini Syarifah menyampaikan, selama ini pembudidaya Ikan Koi di Kabupaten Blitar, belum bisa melakukan ekspor secara mandiri. Padahal, Ikan Koi Kabupaten Blitar banyak diminati dunia karena kualitasnya.

“Ekspor mandiri ini baru pertama kali di Kabupaten Blitar. Selama ini, kita ekspor selalu nitip lewat Bogor dan Jakarta. Sehingga, membuat dunia tidak mengetahui kalau Koi ini sebenarnya berasal dari Blitar,” jelasnya.

Bupati yang akrab disapa Mak Rini ini menambahkan, ke depan pihaknya akan terus mendorong para petani dan pembudidaya Ikan Koi untuk bisa mengekspor Koi secara mandiri. “Jika kemandirian ini bisa muncul, mudah-mudahan kita bisa ekspor ke Malaysia, Amerika, Jepang, Thailand dan lainnya. Nanti akan kita suport. Kita akan selalu koordinasi dengan para pembudidaya Koi, kendalanya apa. Kita akan selalu mendampingi, termasuk pengurusan ijin supaya bisa ekspor,” imbuhnya.

Baca juga :

Mak Rini berharap, inovasi dari pembudidaya Koi ini harus ditingkatkan agar pasar semakin terbuka lebar. “Pembudidaya Koi harus meningkatkan inovasi, agar kuwalitasnya bagus dan bisa diterima di negara-negara yang lain,” jelasnya.

Kepala Dinas Peternakan Dan Perikanan Kabupaten Blitar, Toha Mashuri, menambahkan bahwa potensi ikan hias di Kabupaten Blitar, dengan jumlah pembudidaya 1. 560 orang dan jumlah kelompok pembudidaya sebanyak 49, dengan luas lahan budidaya sekitar 272 hektar. “Produksi ikan hias tahun 2021 di Kabupaten Blitar, mencapai 225 juta ekor. Jumlah tersebut, adalah yang terbesar dan merupakan jenis Ikan Koi yang mencapai 222 juta ekor dengan nilai sebesar Rp 225 miliar,” kata Toha Mashuri.

Lebih lanjut Toha menyampaikan, keberadaan Ikan Koi telah memberi sumbangan dalam peningkatan ekonomi yang nyata pada pelaku ikan hias di Kabupaten Blitar. “Karena sentra budidaya Koi ada di 11 kecamatan dari 22 kecamatan yang ada di Kabupaten Blitar. Kemudian, selama ini pemasaran Koi sudah merambah pasar internasional, yaitu Malaysia, Singapore, Jerman, Belanda, Italy dan Amerika. Namun masih melalui eksportir dari Bogor dan Jakarta,” jelasnya,

Toha menambahkan, beberapa bulan terakhir penjualan Koi dalam negeri mengalami penurunan pada nilai penjulannya. Padahal volume penjualannya terjadi peningkatan. “Untuk itu perlunya pengembangan pasar luar negeri untuk meningkatkan nilai jualnya,” imbuhnya.

Toha menyebut, dalam ekspor mandiri ke Malaysia ini ada 10 box Ikan Koi yang terdiri berbagai jenis Ikan Koi. “Ini pertama kali kita mengekspor Ikan Koi secara mandiri ke Malaysia dengan berbagai jenis Ikan Koi,” ujarnya. (jar/gie)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.