Connect with us

Kediri

Cegah Radikalisme di Kediri, Mas Dhito Kukuhkan 76 Duta Pancasila

Diterbitkan

||

Cegah Radikalisme di Kediri, Mas Dhito Kukuhkan 76 Duta Pancasila

Memontum Kediri – Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, mengukuhkan Duta Pancasila Kabupaten Kediri di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Rabu (26/20/2022) pagi. Dalam kesempatan itu, pihaknya juga menitipkan pesan mengenai bahaya radikalisme dan polarisasi.

Menurut bupati yang akrab disapa Mas Dhito, bahwa bahaya radikalisme dewasa ini semakin meningkat. Sehingga, peran Duta Pancasila yang berasal dari Purna Paskibra Kabupaten Kediri tahun 2022, ini dirasa penting untuk menguatkan ideologi Pancasila.

“Kalau ideologi Pancasila ini hilang, maka yang terjadi di negara ini akan terpecah belah, terpolarisasi. Karena bahaya radikalisme juga meningkat, maka cara pemerintah membentengi dari hal tersebut dengan memberikan edukasi ke sekolah-sekolah tentang ideologi Pancasila,” terang Mas Dhito.

Ideologi Pancasila ini, kata Mas Dhito, harus benar diterapkan oleh Duta Pancasila, dalam kehidupan sehari-hari. “Harapannya, ini bisa mengimplementasikan dan mengaplikasikan mengejawantahkan kepada masyarakat lebih luas, bagaimana Pancasila itu sendiri,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, bupati yang gemar bervespa ini juga memberikan hadiah berupa dua buah handphone dan beasiswa kuliah. Mas Dhito mengatakan, bahwa perhatian terhadap itu tidak hanya berhenti saat pengukuhan. Bahkan, orang nomor satu di Kabupaten Kediri, ini memberikan nomor handphone pribadinya kepada 76 Duta Pancasila tersebut.

Baca juga :

“Di akhir acara, saya meninggal nomor telpon saya. Karena, saya ingin teman-teman ini kita berikan saat acara ini saja. Misalkan, contoh nanti ada yang mau melanjutkan sekolah tapi terkendala biaya, nanti akan kita bantu,” tuturnya.

Senada dengan Mas Dhito, Plt Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Kediri, Mohamad Solikin, menjelaskan penguatan ideologi Pancasila kepada pemuda, khususnya pelajar ini dapat memperkuat kecintaan terhadap bangsa dan negara. Sehingga, nantinya diharapkan dapat menularkan ideologi ini kepada lingkungannya masing-masing.

“Mereka mempunyai dasar-dasar ideologi Pancasila sebagai sumber hukum dan pegangan hidup dan ideologi, bagi mereka yang sudah teruji melalui pembekalan dan pelatihan. Semoga, ini bisa menjadi bekal untuk kehidupan mendatang,” kata Solikin.

Materi yang diberikan, lanjutnya, mulai dari ideologi Pancasila, motivasi, sampai dengan pengembangan diri. Materi tersebut, telah diberikan pula semenjak duta Pancasila ini masih mengikuti seleksi dan pelatihan menjadi Paskibra Kabupaten Kediri.

“Kita dorong melalui pengembangan sebagai kader-kader duta pancasila. Utamanya mengenai kemandirian,” paparnya. (kom/pan/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *