Surabaya

Desain Kampung Tumpuk Nelayan Kejawan Lor-Surabaya

Diterbitkan

-

Desain Kampung Tumpuk Nelayan Kejawan Lor-Surabaya

Dari sekitar 500 karya anak bangsa yang mengikuti kompetisi ini, karya Daniel ternyata masuk dalam 6 finalis untuk kategori Arsitektur. Daniel harus bersaing dengan anak muda lainnya yang berasal dari empat universitas yang ada di Indonesia. Uniknya dalam kompetisi AYDA ini, enam finalis mendapatkan coaching session (pembimbingan dan pelatihan) secara personal oleh para dewan juri beberapa minggu sebelum presentasi final. Setelah merevisi hasil design berdasarkan komentar coaching session dan pelatihan presentasi, keenam finalis kemudian menjalani proses tahap final.

“Saya sangat nervous saat presentasi hasil akhir tersebut. Saya harus presentasi di hadapan delapan juri dengan menggunakan Bahasa Inggris,” ujar Daniel yang kini menetap di Taiwan untuk menyelesaikan Master of Architecturenya.

Usahanya tak sia-sia, idenya mengubah pemukiman horizontal para nelayan menjadi pemukiman vertikal dengan tetap mempertahankan kebiasaan hidup nelayan dan pengolahan ikan nya akhirnya membuat Daniel memperoleh Gold Award dengan membawa pulang hadiah uang tunai sebesar Rp. 20.000.000, kesempatan magang dan mendapatkan pelatihan.

Maret 2019 yang akan datang Daniel akan bersaing dengan 14 Negara di Asia (Bangladesh, Cina, Filipina, Hong Kong, India, Iran, Jepang, Malaysia, Pakistan, Singapura, Sri Lanka, Taiwan, Thailand dan Vietnam) untuk memperebutkan Asia Young Designer of The Year Award dan beasiswa senilai USD 10,000 di Havard Graduate School of Design.

Advertisement

Tak hanya itu saja, Altrerosje Asri, S.T., M.T., dosen pembimbing Daniel juga memperoleh penghargaan Best Lecturer dalam ajang Asia Young Designer Award (AYDA) dan menerima hadiah sebesar Rp. 5.000.000,00. (ano/yan)

 

Laman: 1 2

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas