Kabupaten Malang
Diare dan Gatal Ancam Korban Banjir Malang Selatan, Dinkes Kabupaten Minta Kebersihan Lingkungan Jadi Prioritas

Memontum Malang – Kebersihan lingkungan menjadi fokus utama instruksi Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, dalam meminimalisir penyebaran penyakit paska banjir besar di Malang Selatan. Selain tetap memberikan pelayanan kesehatan terhadap sejumlah korban banjir di posko-posko yang sudah didirikan, dinas juga berharap masyarakat juga menjaga kebersihan lingkungannya.
Dengan langkah ini, diharapkan tidak muncul penyakit, yang bisa menyerang warga. Terutama, seperti gatal-gatal hingga diare.
“Untuk mengantisipasi itu, saya sudah minta kepada tenaga kesehatan (Nakes) untuk turut sosialisasi kepada masyarakat. Yakni, dengan senantiasa menjaga lingkungan agar tetap bersih. Utamanya, seperti mulai membersihkan lumpur bekas banjir hingga genangan air,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, drg Wijanto Wijoyo.
Baca juga :
- Pemkot Malang Dorong Pengadaan CCTV Lingkungan Lewat Program RT Berkelas
- 85 Ponpes di Kota Malang Sudah Berizin, Kesra Perkuat Edukasi Pesantren Ramah Anak
- Peringatan HLUN 2026 Kabupaten Jember, Wujud Apresiasi Nyata untuk Lansia
- Pastikan SPMB Jalur Domisili Akurat, Disdikbud Kota Malang Persilakan Aduan Jika Ada Kejanggalan
- Respon Perizinan hingga Bangunan, Pengembang Aston Sigura-gura Klaim Tak Langgar Aturan
Selain terkait kebersihan lingkungan, Wijanto juga berharap, distribusi air bersih kepada warga yang menjadi korban banjir juga tercukupi. Sehingga, sejumlah antisipasi yang dilakukan berikut sosialisasi, bisa berjalan maksimal.
“Distribusi air bersih juga sangat penting. Karenanya, kami berharap kebutuhan ini bisa lancar,” papar Wijanto.
Disinggung mengenai sejumlah posko pelayanan kesehatan bencana yang didirikan di titik-titik bencana banjir, mantan Kepala Puskesmas Pakis itu menjelaskan, akan tetap berlangsung selama ancaman bencana masih mengancam. Karenanya, layanan akan terus diberikan.
“Tinggal melihat kedepannya, bagaimana. Intinya, posko akan terus ada selama masih ada dampak bencana alam. Jadi, kita akan koordinasi terus dengan BPBD dan Muspika,” lanjutnya. (sit)










