Pemerintahan

Dinas Pendidikan Lamongan Luncurkan LA Digital Kelas, Gardu Getar Desa dan Penganugerahan Lamongan Education Award

Diterbitkan

-

Dinas Pendidikan Lamongan Luncurkan LA Digital Kelas, Gardu Getar Desa dan Penganugerahan Lamongan Education Award

Memontum Lamongan – Dinas Pendidikan Lamongan miliki momen bersejarah bagi dunia pendidikan untuk meluncurkan LA Digital Kelas, Gardu Getar Desa dan Penganugerahan Lamongan Education Award. “Selamat dan sukses, dunia pendidikan di Lamongan,” ujar Bupati Lamongan Fadeli saat peluncuran LA Digital Kelas, Gardu Getar Desa, Minggu (2/2/2020).

Menurutnya, kehadiran LA Digital Kelas, dan Gardu Getar Desa ini menandai digitalisasi kelas di SMP Negeri di Kabupaten Lamongan. Meski sebelumnya, sudah ada SMPN 1 dan SMPN 2 Lamongan yang telah mengawali launching kelas digital.

“Saya sudah diundang ke beberapa sekolah. Lamongan hari ini jumlahnya ada 48 SMP di lamongan telah melauncing kelas Digital,” ucap Fadeli.

Namun, Fadeli berharap, revolusi pendidikan di Kabupaten Lamongan tidak hanya berhenti dengan launching kelas digital di tingkat SMP Negeri saja.

Advertisement

“Saya harap dari bawah, PAUD, TK, SD, MI, MTs, SMA, SMK, tidak hanya sekolah negeri, tapi sekolah swasta melaksanakan kelas digital, sekaligus pembelajaran kelas digital,” katanya.

Realisasi kelas digital ini, menjadi idiom dari merdeka belajar seperti yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nadiem Anwar Makarim.

“Merdeka belajar yang dicanangkan Menteri Pendidikan bisa nyambung, ini masa transisi kita harus ikuti,” tuturnya berpesan.

Sementara itu Adi Suwito, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Lamongan mengaku sengaja meluncurkan LA Digital Kelas, Gardu Getar Desa dan Penganugerahan Lamongan Education Award pada (2/2/2020).

Advertisement

“Pada moment (2/2/2020), ini merupakan tonggak sejarah revolusi pendidikan dalam mencapai merdeka belajar berbasis pembelajaran digital Kabupaten Lamongan,” katanya.

Menurutnya, Lamongan mengambil langkah berani dengan meluncurkan kelas digital di seluruh SMP Negeri di Lamongan.

“Lamongan siap dengan kelas digital, 2020 kami keluarga Dinas Pendidikan menuju sekolah digital dan di akhir 2020 sudah smart school,” ujarnya.

Sedangkan terkait dengan Gardu Getar Desa yang merupakan kepanjangan dari Gerakan Terpadu Gerebek Keseteraan di Pedesaan adalah wujud dari program wajib belajar (wajar) 9 tahun.

Advertisement

“25 tahun ke atas, SD, SMP, SMA, harapan belajar menuju kejar paket untuk mensukseskan wajar 9 tahun belajar. Warga Lamongan yang belum berijazah diajak untuk mengikuti sekolah keseteraan,” ucapnya.

Menurut Adi, dalam praktik Gardu Getar Desa ini, menjadi proses pembelajaran yang modelnya menyesuaikan dengan waktu ke sekolah.

“Tutornya yang desa, tutornya yang gerak ke desa, makanya gardu getar desa,” tuturnya.

Ia mengatakan, program ini akan bisa meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Lamongan.

Advertisement

“Sebagian itu bagian dari Desaku Pintar,” kata Adi usai peluncuran LA Digital Kelas, Gardu Getar Desa dan Penganugerahan Lamongan Education Award. (aju/zen/yan)

 

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas