SEKITAR KITA
Disbudpar Tulungagung Siap Anggarkan Dana untuk Eskavasi ODCB Dwarapala dan Jaladwara

Memontum Tulungagung – Dua benda objek diduga cagar budaya (ODCB) menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Setelah tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Jawa Timur melihat dan mengobservasi, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Tulungagung, berencana bakal menganggarkan jika harus mengeskavasi lokasi sekitar temuan.
Hal tersebut, ditanggapi oleh Pamong Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung, Winarto, bahwa saat ini penemuan masih disimpan di sini dan menunggu rekomendasi. Ketika harus dieskavasi, maka pihaknya akan merealisasikan dengan melihat situasi anggaran.
“Nilainya kayak semacam ini, berapa yang menentukan ya BPCB. Kita mengusulkan ke Pemkab, kalau bisa ke PAK. Kalau tidak bisa, ya tahun depan untuk menganggarkan harga tadi,” ujar Winarto, Jumat (20/05/2022) tadi.
Baca juga:
- Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027
- Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon
- Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional
- Ramadan Kondusif, Rutan Situbondo Perketat Pengamanan Lewat Sidak Blok Hunian
- Evaluasi Penataan Lalin Jalan Merdeka Selatan, Dishub Kota Malang Tak Tutup Permanen saat Ramadan
Perihal penemu menyetujui atau tidak untuk dibawa ke museum, dirinya mengaku, belum berkoordinasi kepada penemu dan pemerintah desa. Harapan Winarto, semoga hasil rekomendasi akan dievakuasi, serta BPCB menganggarkan untuk Kabupaten Tulungagung ada budget sendiri.
“Menindaklanjuti penemuan, tentu masih banyak penemuan yang lain,” terangnya.
Winarto tidak lupa memberikan ucapan terima kasih kepada BPCB, karena Pemkab Tulungagung telah menunggu selama tiga bulan atas kedatangan dari tim ahli BPCB. Selanjutnya, Disbudpar Tulungagung menunggu hasil kajian dan rekomendasinya seperti apa.
“Kita ikut saja. Kalau harus dievakuasi, maka kita akan turuti hasilnya. Seperti dibawa ke museum, untuk di pamerkan di museum. Dan kita langsung memberi semacam imbalan jasa ke pihak penemu,” imbuhnya.
Lain halnya, Arkeolog BPCB Pemprov Jatim, Muhammad Ichwan, menjelaskan kemungkinan berupa candi, karena ada komponen pendukungnya. yaitu, keberadaan Arca Dwarapala. Dari hasil pengamatan dari bata-bata tidak hanya bata polos, tetapi bata-bata ada reliefnya dan berprofil.
“Dengan demikian, zaman dulu atau yang nantinya kita buktikan tentunya ada profil maupun relief,” ujar Ichwan.
Selain itu, BPCB menenukan struktur dan arca yang telah didapatkan beberapa pecahan berupa keramik. Ada pecahan keramik dari wadah, kemungkinan mangkuk yang diduga merupakan keramik dari Cina masa Dinasti Yuan.
Kendati demikian, dirinya belum bisa memberikan statmen atau menginterpretasikan awal, ini periodesasi kapan. Sebab butuh data pendukung, penguat, asli, dan dari sisi arsitektur langgam periodesasi belum mengetahui.
“Kalau untuk mengetahui struktur ini ya kami butuhkan eskavasi dan juga pengamanan objek nanti bisa dipindahkan ke museum,” terangnya. (jaz/sit)
















