Kota Malang
Dishub Kota Malang Catat Pendapatan Parkir Libur Lebaran Tak Naik Signifikan

Memontum Kota Malang – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang mencatat pendapatan retribusi parkir selama libur Lebaran 2026, tidak mengalami peningkatan signifikan. Meskipun, di sejumlah pusat perbelanjaan, kawasan kuliner dan destinasi wisata terjadi lonjakan kunjungan.
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi karena banyaknya pertokoan yang tutup selama libur Lebaran. “Sebenarnya tidak seberapa. Justru banyak lahan parkir tutup karena pertokoan banyak yang libur. Hampir 80 persen pertokoan tutup,” ujar Jaya-sapaannya, Senin (06/04/2026) tadi.
Menurutnya, peningkatan aktivitas parkir hanya terjadi di pusat perbelanjaan besar. Namun kenaikan tersebut dinilai tidak mampu menutup penurunan pendapatan dari kawasan pertokoan yang tidak beroperasi, seperti di area Pasar Besar Malang.
“Memang mal besar ramai, tapi kenaikannya kecil dan tidak sebanding dengan lokasi parkir yang tutup,” jelasnya.
Baca juga :
Kemudian, ditambahkannya bahwa sebagian pendapatan parkir di pusat perbelanjaan modern masuk dalam kategori pajak daerah, bukan seluruhnya menjadi retribusi Dishub. Retribusi parkir yang langsung dikelola Dishub salah satunya berasal dari parkir vertikal Stadion Gajayana.
“Kenaikan hanya terasa pada H-1 hingga H-2 Lebaran dan H+1 sampai H+3. Itu pun tidak terlalu signifikan. Secara kumulatif justru hampir turun,” katanya.
Berdasarkan data hingga 27 Maret 2026, capaian retribusi parkir Kota Malang masih relatif rendah dibandingkan target yang ditetapkan tahun ini. Untuk retribusi parkir di tepi jalan umum, dari target Rp 8,5 miliar baru terealisasi Rp 1.158.651.001 atau sekitar 13,63 persen. Sedangkan retribusi pelayanan tempat khusus parkir dari target Rp 6,5 miliar baru mencapai Rp 1.288.601.804 atau 19,82 persen.
“Di sepanjang tahun 2025 retribusi parkir tepi jalan umum ditargetkan Rp 10,5 miliar dengan realisasi Rp 6.039.462.618 atau 57,52 persen. Sementara retribusi pelayanan tempat khusus parkir dari target Rp 6,5 miliar dan mampu terealisasi Rp 5.128.813.541 atau setara 78,90 persen,” imbuh Jaya. (rsy/sit)










