Probolinggo
Dispertan Probolinggo Gelar Vaksinasi PMK di Puskeswan Kecamatan Krucil

Memontum Probolinggo – Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Probolinggo melaksanakan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kecamatan Krucil, Rabu (12/02/2025) kemarin. Pelaksanaan vaksinasi ini, bertujuan untuk mencegah penyebaran PMK pada ternak di wilayah Kecamatan Krucil dan sekitarnya.
Vaksinasi PMK sendiri, merupakan bagian dari program bantuan vaksin gratis dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Sementara kegiatan vaksinasi ini, dipandu oleh Kepala UPT Puskeswan Diperta Kabupaten Probolinggo, drh Aulia Khusumastutik, didampingi oleh Medik Veteriner Muda, drh Machrus, dokter hewan Kecamatan Krucil serta petugas teknis setempat.
Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo, Arif Kurniadi, melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, drh Nikolas Nuryulianto, menyampaikan vaksinasi kali ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menangani penyakit yang dapat berdampak besar pada sektor peternakan di Jawa Timur. “Untuk vaksinasi PMK kali ini, kami mendapatkan bantuan vaksin dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebanyak 150 botol yang masing-masing berisi 50 ml. Untuk sapi dosisnya sebanyak 2 ml sehingga untuk 150 botol ini sama dengan 3.750 dosis,” katanya, Kamis (13/02/2025) tadi.
Niko menerangkan, Pemprov Jawa Timur untuk vaksin PMK tahun 2025 adalah vaksinasi PMK berbasis desa. “Artinya semua ternak di wilayah desa yang rentan PMK divaksin, baik sapi, kambing, domba dan babi. Tidak melihat sapi saja, tetapi semua ternak rentan PMK divaksin,” jelasnya.
Baca juga :
Menurut Niko, program ini merupakan bagian dari kebijakan Pemprov Jawa Timur yang menargetkan vaksinasi untuk seluruh ternak rentan PMK di tiap desa. “Keberhasilan vaksinasi PMK ini diharapkan dapat memberikan perlindungan yang lebih luas dan efektif terhadap penyebaran PMK,” terangnya.
Dalam pelaksanaannya, petugas telah berhasil melakukan vaksinasi pada 54 ekor sapi dan memberikan pengobatan pada 78 ekor sapi serta 19 ekor kambing dan domba. Selain itu, dilakukan juga kegiatan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) di empat lokasi berbeda untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksinasi PMK.
“Vaksinasi PMK ini tidak hanya untuk memberikan perlindungan kepada ternak yang sehat, tetapi juga untuk membangun antibodi pada ternak rentan PMK. Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut dan masyarakat semakin aktif dalam melibatkan ternaknya untuk divaksinasi,” ungkapnya.
Dengan adanya vaksinasi PMK gratis ini, Niko berharap dapat menurunkan risiko penyebaran PMK di sektor peternakan. Sekaligus melindungi kesehatan ternak yang menjadi sumber penghidupan bagi banyak keluarga peternak di Kabupaten Probolinggo. “Kami mengajak masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam setiap program vaksinasi PMK guna menciptakan peternakan yang sehat dan produktif,” ujarnya. (kom/pro/gie)















