Kota Malang
DPRD Kota Malang Sebut Kebutuhan Anggaran Makan Bergizi Gratis Butuh hingga Rp 2,5 Miliar Perhari

Memontum Kota Malang – DPRD Kota Malang sebut program makan siang bergizi gratis yang diinisiasi oleh pemerintah pusat membutuhkan anggaran besar, yakni hingga mencapai Rp 2,5 miliar perhari. Meski demikian, untuk penerapannya masih menunggu petunjuk dan teknis (Juknis) dari pemerintah pusat.
Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Suyadi, menyampaikan bahwa kebutuhan anggaran tersebut sudah dikalkulasi berdasarkan biaya Rp 10 ribu perporsi makan untuk setiap siswa. “Awalnya, biaya perporsi sempat diperkirakan Rp 17 ribu hingga Rp 15 ribu. Namun, sekarang disesuaikan menjadi Rp 10 ribu. Dengan perhitungan ini, total anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 2,5 miliar perhari,” kata Suyadi, Rabu (01/01/2025) tadi.
Ditambahkannya, apabila dihitung secara bulanan, program tersebut membutuhkan sekitar Rp 50 miliar, atau sekitar Rp 600 miliar pertahun. Itu mencakup seluruh siswa di Kota Malang, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA sederajat.
“Anggaran sebesar itu jelas tidak bisa diakomodasi melalui APBD Kota Malang. Oleh karena itu, Pemkot Malang masih menunggu kebijakan dan juknis dari pemerintah pusat,” tambahnya.
Baca juga :
Menurut Suyadi, dalam pelaksanaan program makan siang bergizi akan melibatkan lintas kementerian. Kementerian Pendidikan bertugas menyiapkan basis data siswa, sementara Kementerian Pertanian dan badan gizi akan merancang teknis pelaksanaannya.
“Program ini memang sudah diujicobakan di beberapa sekolah di Kota Malang, tetapi hanya dilakukan secara sampling. Untuk penerapan secara menyeluruh, diperlukan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah,” tuturnya.
Program yang dirancang untuk mencakup seluruh siswa hingga jenjang SMA, menurutnya tidak cukup jika hanya mengandalkan APBD Kota Malang saja. Karena itu hanya dapat mencakup siswa hingga jenjang SMP.
“Ini akan menjadi tantangan besar, tetapi kami berharap ada kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat dan Pemkot Malang untuk merealisasikan program ini,” imbuh Suyadi. (rsy/sit)













