Connect with us

Kabar Desa

Empat Calon Kades Selomukti Situbondo Gelar Kampanye Dialogis

Diterbitkan

||

Empat Calon Kades Selomukti Situbondo Gelar Kampanye Dialogis
SAMBUTAN: Ketua panitia Pilkades Selomukti, saat memberikan sambutan pada acara kampanye terbuka penyampaian visi dan misi. (memontum.com/her)

Memontum Situbondo – Kampanye terbuka penyampaian visi dan misi calon kepala desa (Kades) di Kantor Desa Selomukti, Kecamatan Mlandingan, Kabupaten Situbondo, diwarnai dengan tidak hadirnya salah satu peserta, Kamis (22/09/2022) tadi.

Ketua panitia Pilkades Selomukti, Edi Mustafa, mengatakan bahwa untuk Pilkades serentak tahun 2022, ada lima orang calon di Desa Selomukti. Namun, dalam tahapan penyampaian visi dan misi ini, hanya dihadiri empat calon peserta.

Adapun Cakades yang hadir, diantaranya yaitu Iswahyudi (No urut 1), Darmawi (No urut 2), Dodit Hariyanto (No Urut 4) dan Endang Rukmiasih (No urut 5). Sedangkan satu Cakades, yakni Abul Hasan (No urut 3), tidak ikut kegiatan ini, karena sedang sakit dan sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

Dari kesepakatan semua calon yang hadir, bagi Cakades yang tidak hadir, diberi kesempatan untuk menyampaikan visi dan misi sebelum hari tenang. “Alhamdulillah, pelaksanaan kampanye terbuka penyampaian visi dan misi berjalan sesuai harapan, situasi lancar, aman dan kondusif. Perlu diketahui, Pilkades serentak akan dilaksanakan pada tanggal 6 Oktober 2022. Di sini (Desa Selomukti) ada 5.092 DPT dan 12 TPS,” jelasnya.

Baca juga :

Sementara itu, Cakades incumbent Desa Selomukti, Dodit Haryanto, menyampaikan bahwa dirinya kembali mencalonkan sebagai Kades adalah untuk mengembangkan program yang sudah ada dan akan lebih ditingkatkan. Seperti, mengoptimalkan Bumdes. Dengan begitu, masyarakat bisa semakin sejahtera, agamis dan kondusif.

“Yang terpenting dalam kondisi apapun, saya selalu hadir untuk memberikan pelayanan secara maksimal kepada masyarakat,” ucapnya.

Ditempat terpisah, Cakades Selomukti, Iswahyudi, mengatakan bahwa dirinya maju sebagai calon Kades, karena menginginkan ada perubahan lebih baik lagi di desanya. Jika terpilih menjadi Kades, maka akan memperbaiki sistem kinerja perangkat desa dengan melakukan pembenahan.

“Setiap anggaran yang datang dari pemerintah harus ada keterbukaan dengan melibatkan tokoh masyarakat dan generasi muda,” ungkapnya. (her/gie)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.