Connect with us

SEKITAR KITA

Gandeng PDAM Tirta Baluran dan RS Elizabeth, BPJS Situbondo Berikan Perlindungan Jamsostek Pekerja Rentan

Diterbitkan

||

Gandeng PDAM Tirta Baluran dan RS Elizabeth, BPJS Situbondo Berikan Perlindungan Jamsostek Pekerja Rentan

Memontum Situbondo – BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Situbondo terus berupaya meningkatkan pelayanan perlindungan kepada pekerja. Kali ini, BPJS menjalin kerja sama dengan PDAM Tirta Baluran dan Rumah Sakit Umum Elizabeth Situbondo, dalam memberikan perlindungan jaminan sosial kepada pekerja rentan.

Penyerahan kartu BPJS Ketenagakerjaan untuk pekerja rentan dari Corporate Social Responsibility (CSR) PDAM Tirta Baluran dan Rumah Sakit Umum Elizabeth Situbondo, ini berlangsung di Intelligence Rom lantai II Pemkab Situbondo, Kamis (16/06/2022) tadi. Penyerahan BPJS Ketenagakerjaan, ini disaksikan langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Situbondo, H Syaifullah.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Situbondo, Bayu Wibowo, mengatakan ada 1000 pekerja mendapat kartu BPJS Ketenagakerjaan. “Total pemberiaan kartu BPJS Ketenagakerjaan untuk pekerja rentan seperti tukang becak, nelayan dan guru ngaji berjumlah 1.000 pekerja yang dicover BPJamsostek melalui CSR PDAM Tirta Baluran sebanyak 200 pekerja dan Rumah Sakit Elizabeth Situbondo sebanyak 800 pekerja. CSR yang diberikan dari Januari hingga Juni 2022,” ujarnya.

Baca juga:

Dengan disalurkannya CSR dari PDAM Tirta Baluran dan Rumah Sakit Elizabeth Situbondo, diharapkan perusahaan-perusahaan lain di Kabupaten Situbondo, bisa menyalurkan CSR-nya kepada pekerja rentan yang lainnya.

“Dengan menjadi peserta BPJamsostek, maka para pekerja rentan itu bakal mendapat jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian. Sehingga, ketika terjadi hal-hal yang tak diinginkan, maka BPJS Ketenagakerjaan akan menjamin kesejahteraanya,’’ kata Bayu.

Lebih lanjut Bayu mengatakan, bahwa pekerja rentan yang menjadi peserta BPJamsostek dari CSR, ini terdiri dari guru ngaji di wilayah Kelurahan Dawuhan, Desa Sumberkolak, Kelurahan Patokan dan Desa Mangaran. Ada pun jumlahnya, ada sebanyak 285 guru ngaji.

Selanjutnya, tambahnya, ada nelayan di Desa Kilensari, Desa Sletreng, Desa Gelung dan Desa Peleyan sebanyak 715 nelayan. “Mereka menjadi peserta BPJamsostek hanya dua program yakni program jaminan kecelakaan kerja dan kematian,” jelas Bayu. (her/gie)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.