Connect with us

Jombang

Gelar Grebeg Pasar Murah Ramadan, Bupati Jombang Ingatkan Standart Prokes untuk Penjual dan Pembeli

Diterbitkan

||

Gelar Grebeg Pasar Murah Ramadan, Bupati Jombang Ingatkan Standart Prokes untuk Penjual dan Pembeli

Memontum Jombang – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jombang, menggelar Grebeg Pasar Murah Ramadan 1443 H di Pasar Pusat Oleh-oleh Tembelang, Kecamatan Tembelang Kabupaten Jombang, Jumat (08/04/2022) tadi.

Pelaksanaan kegiatan itu, ditinjau langsung Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab. Turut hadir dalam pelaksanaan itu, Sekda Kabupaten Jombang, Agus Purnomo, segenap Asisten, Kadis Perdagangan dan Perindustrian, Hari Oetomo, Kepala OPD, Forkopimcam Tembelang.

Grebeg Pasar Murah Ramadan 1443 H kali ini, bekerjasama dengan PT Rajawali Nusindo cabang Sidoarjo, CV Cahyono Jaya Perkasa Jombang, Peternak Ayam Petelur Kecamatan Bareng serta CV Kenve Jaya Abadi Jombang.

Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab, dalam sambutannya menyampaikan bahwa beberapa kebutuhan masyarakat ada di dalam Grebeg Ramadan Pasar Murah. Diantaranya, seperti untuk komoditi gula, beras, minyak goreng, telur, bawang merah serta bawang putih.

Baca juga:

“Kita sudah menggelar di beberapa pasar. Antara lain seperti Pasar Pon, Pasar Cukir serta Pasar Ploso. Hari ini digelar di Pasar Pesantren, Kecamatan Tembelang dan komoditi yang disiapkan harganya di bawah HET,” ujarnya.

Ditambahkannya, bahwa kegiatan ini digelar untuk sedikit membantu masyarakat demi stabilitas harga komoditi bahan-bahan menjelang Ramadan dan Lebaran. Adapun jumlahnya, beras medium sebanyak 2.000 Kg dengan harga Rp 8.700/Kg, minyak curah sebanyak 3 Ton dengan harga Rp 15.500/Kg, minyak kemasan sebanyak 600 liter dengan harga Rp. 19.000/liter, Gula pasir sebanyak 1.000 Kg dengan harga Rp13.000/Kg, Telur sebanyak 500 Kg dengan harga Rp 22.000/Kg, Bawang Putih sebanyak 100 Kg dengan harga Rp 22.000/Kg serta Bawang merah sebanyak 130 Kg dengan harga Rp 20.000/Kg.

“Terserah masyarakat, mau ambil yang mana. Tidak harus semuanya diambil satu paket. Saya harapkan tetap diterapkan protokol kesehatan serta budayakan antri. Insyaallah, semuanya akan kebagian,” tuturnya.

Kegiatan ini, tambahnya, merupakan kerja sama seluruh aparat pemerintah, termasuk TNI serta POLRI. Tujuannya, untuk bersama-sama menjaga pelaksanaan kegiatan bisa dilaksanakan dengan aman dan tidak menganggu yang lain.

“Jika tidak menggunakan masker, maka tidak akan dilayani. Begitu juga bagi yang melayani juga harus pakai masker. Ini sudah aturan yang masih kita terapkan. Alhamdulilah, untuk kasus Covid di Kabupaten Jombang, semakin hari semakin landai. Terhitung 6 April, sesuai laporan Dinas Kesehatan ada sebanyak 11 orang terpapar Covid yang masih dirawat dan dua orang yang melakukan Isoter,” ungkapnya.

Mudah-mudahan, ujar bupati, semuanya segera sembuh dan masyarakat Jombang terhidar dari Covid. Bagi yang belum melakukan vaksin, sudah disiapkan di Puskesmas. Jika tidak memiliki bukti vaksin, khususnya booster akan kesulitan melakukan kegiatan keluar daerah ataupun keluar negeri. Karena harus melakukan test PCR terlebih dahulu. (azl/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.